Bangil (WartaBromo.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan tengah berupaya menekan angka anak putus sekolah (ATS) yang masih tergolong tinggi. Salah satu langkah yang ditempuh ialah meluncurkan program Gerakan Bangkit Kembali Belajar (Gerbang Kembar) pada Februari 2026 lalu.
Program ini digadang-gadang mampu menuntaskan sebanyak 19.857 anak putus sekolah di Kabupaten Pasuruan. Namun di balik ambisi besar tersebut, ternyata tidak ada alokasi anggaran khusus yang disiapkan pemerintah daerah untuk menjalankannya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti, mengakui program tersebut berjalan tanpa dukungan dana khusus dari APBD.
“Program itu tidak ada anggarannya,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Meski begitu, Tri menyebut pelaksanaan Gerbang Kembar tetap akan dijalankan melalui skema sinergi program pemerintah pusat, kolaborasi lintas OPD, hingga keterlibatan pihak kecamatan.
“Program itu akan disinergikan dengan program pemerintah pusat dan kolaborasi berbagai OPD dan camat,” jelasnya.
Saat ini, program tersebut mulai memasuki tahap awal berupa pendataan anak-anak putus sekolah di masing-masing kecamatan. Data itu nantinya akan dikumpulkan untuk dipetakan solusi penanganannya oleh pemerintah daerah.
Sebelumnya, Bupati Pasuruan M. Rusdi Sutejo menyebut tingginya angka ATS menjadi salah satu penghambat utama peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Pasuruan.
Ia meminta Dinas Pendidikan dan OPD terkait segera melakukan intervensi serius dan terintegrasi agar persoalan tersebut tidak terus berlarut.
“Selama masih banyak ATS belum kita tuntaskan, maka peningkatan IPM akan berjalan lambat,” tegas Rusdi.
Kini, program Gerbang Kembar menghadapi ujian pertamanya: menuntaskan hampir 20 ribu anak putus sekolah tanpa bekal anggaran khusus. (fir)





















