Tutur (WartaBromo.com) – Aksi pencurian sapi di wilayah lereng pegunungan Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, berakhir gagal setelah seekor sapi perah milik warga ditemukan di dasar sungai dalam kondisi hidup, Senin (25/5/2026). Proses penyelamatan sapi berlangsung dramatis karena medan sungai yang curam dan berada di kawasan perbukitan.
Sapi betina berusia sekitar 4 tahun berwarna hitam putih itu diketahui milik H. Hofur, warga Dusun Arjosari, Desa Andonosari, Kecamatan Tutur. Hewan ternak tersebut hilang saat pemilik hendak memerah susu sekitar pukul 05.30 WIB.
Saat tiba di kandang yang berada sekitar 500 meter dari rumahnya, korban mendapati salah satu sapinya sudah tidak berada di tempat. Korban kemudian mencari di sekitar kandang dan menemukan jejak kaki sapi yang mengarah ke area lahan kosong.
Peristiwa itu langsung dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Nongkojajar. Polisi bersama warga kemudian melakukan penyisiran dengan mengikuti jejak kaki sapi hingga menempuh jarak sekitar 5 kilometer dari lokasi kandang.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 12.00 WIB. Sapi ditemukan berada di pinggir sungai kawasan Dusun Jelag, Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur. Diduga pelaku meninggalkan sapi tersebut setelah aksinya diketahui warga.
Namun, proses evakuasi tidak berjalan mudah. Lokasi sapi berada di dasar sungai dengan akses menanjak dan cukup curam. Polisi bersama warga harus memancing sapi menggunakan rumput agar mau berjalan naik ke atas.
Evakuasi berlangsung sekitar satu jam. Setelah berhasil dinaikkan dari sungai, sapi langsung dibawa kembali ke kandang milik H. Hofur.
Kepala Desa Andonosari, Akhmad Pujianto, mengatakan warga sempat khawatir karena kasus pencurian sapi mulai meresahkan peternak di wilayahnya. Beruntung, sapi berhasil ditemukan sebelum dibawa kabur lebih jauh oleh pelaku.
“Warga bersama polisi langsung melakukan pencarian setelah mendapat laporan sapi hilang. Alhamdulillah sapinya berhasil ditemukan meski lokasinya cukup sulit dijangkau,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Nongkojajar AKP Budi Luhur Sedjati mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pencurian ternak tersebut. Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian.
Pasca kejadian ini, warga Desa Andonosari berencana meningkatkan ronda malam dan pengamanan kandang sapi untuk mencegah kasus serupa kembali terjadi. (don)





















