Sukapura (WartaBromo.com) – Kawasan wisata Gunung Bromo kembali menunjukkan daya tariknya sebagai salah satu destinasi unggulan nasional. Selama periode libur Iduladha 1447 Hijriah, ribuan wisatawan memadati kawasan taman nasional yang membentang di empat kabupaten tersebut.
Data Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mencatat sebanyak 6.195 wisatawan berkunjung ke Bromo pada 27–28 Mei 2026. Kunjungan itu didominasi wisatawan nusantara, meski wisatawan mancanegara juga masih menunjukkan tren positif.
Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, mengatakan jumlah wisatawan pada hari pertama mencapai 1.992 orang, kemudian meningkat signifikan menjadi 4.203 orang pada hari berikutnya.
“Total kunjungan selama dua hari libur Iduladha mencapai 6.195 wisatawan,” kata Endrip, Jumat (5/6/2026).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.799 wisatawan merupakan pengunjung domestik. Sementara wisatawan mancanegara tercatat mencapai 396 orang.
Tingginya angka kunjungan tersebut memperkuat posisi Bromo sebagai penggerak utama sektor pariwisata di wilayah tapal kuda Jawa Timur. Aktivitas wisata yang meningkat turut memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha lokal, mulai dari penyedia jasa transportasi jip, penyewaan kuda, pengelola homestay, hingga pedagang makanan dan suvenir.
Meski kunjungan meningkat, kondisi di lapangan tetap terkendali. TNBTS memastikan tidak terjadi lonjakan kendaraan maupun kepadatan wisatawan yang berlebihan selama masa liburan.
Menurut Endrip, seluruh aktivitas wisata tetap diawasi secara berkala untuk menjamin kenyamanan pengunjung sekaligus menjaga kelestarian kawasan konservasi.
“Pemantauan dilakukan secara rutin agar aktivitas wisata berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengunjung,” ujarnya.
Selain Bromo, destinasi wisata alam Ranu Regulo juga menjadi pilihan wisatawan selama libur panjang. Dalam periode yang sama, kawasan tersebut dikunjungi 662 wisatawan nusantara.
TNBTS menilai stabilnya kunjungan wisata selama momentum hari besar keagamaan menjadi indikator positif bagi sektor pariwisata Jawa Timur. Di tengah meningkatnya minat wisata alam dan ekowisata, Bromo masih menjadi salah satu destinasi yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara secara konsisten.
Sebagai informasi, setelah periode libur tersebut, kawasan Bromo sempat ditutup sementara pada 30 Mei hingga 2 Juni 2026 untuk menghormati pelaksanaan Yadnya Kasada, ritual sakral masyarakat Suku Tengger yang digelar setiap tahun di kawasan lautan pasir dan kawah Gunung Bromo.
Penutupan sementara itu tidak mengurangi minat wisatawan. Justru tingginya kunjungan sebelum pelaksanaan Kasada menunjukkan bahwa Bromo tetap menjadi destinasi favorit yang menopang pergerakan ekonomi masyarakat di kawasan penyangga wisata. (saw)





















