Sambut Tahun Baru Islam, PCNU Kota Pasuruan Gaungkan Gerakan Bebas Narkoba, Judi Online, dan Geng Motor

20

Pasuruan (WartaBromo.com) – Menyambut Tahun Baru Islam Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, menjadikan momentum pergantian tahun hijriah sebagai sarana introspeksi dan perbaikan diri.

Seruan tersebut diwujudkan melalui gerakan moral untuk melawan tiga persoalan sosial yang dinilai semakin mengkhawatirkan, yakni narkoba, perjudian termasuk judi online, serta aksi geng motor yang meresahkan masyarakat.

Ketua PCNU Kota Pasuruan, H. M. Nailur Rochman atau yang akrab disapa Gus Amak, menegaskan bahwa Tahun Baru Islam tidak hanya dimaknai sebagai pergantian kalender semata, tetapi juga menjadi momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, baik secara spiritual maupun sosial.

“Hijrah secara hakiki adalah meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah SWT menuju apa yang diridai-Nya. Di era digital dan transisi sosial saat ini, tantangan terbesar pemuda kita adalah narkoba, judi online, dan lingkaran negatif geng motor. Kita harus selamatkan masa depan Kota Pasuruan dari tiga bahaya ini,” ujarnya, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, maraknya praktik judi online dan peredaran narkoba telah berdampak serius terhadap kondisi ekonomi maupun kesehatan mental masyarakat. Fenomena tersebut bahkan disebut telah menyasar kalangan remaja, sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.

Karena itu, PCNU Kota Pasuruan mendorong aparat penegak hukum untuk mengambil langkah tegas terhadap berbagai bentuk pelanggaran hukum yang berkaitan dengan narkoba dan perjudian tanpa pandang bulu.

Selain itu, PCNU juga menyoroti keberadaan geng motor yang kerap menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Organisasi keagamaan terbesar di Kota Pasuruan itu mengajak para pemuda untuk mengalihkan energi dan kreativitas mereka ke kegiatan yang lebih positif dan produktif, seperti olahraga, kewirausahaan, maupun kegiatan keagamaan.

PCNU menilai pembinaan generasi muda tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Peran keluarga, sekolah, dan pesantren menjadi faktor penting dalam membentengi anak-anak dari berbagai pengaruh negatif yang berkembang di era digital.

Untuk itu, para orang tua dan lembaga pendidikan, baik formal maupun pesantren, diimbau meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas sehari-hari serta penggunaan gawai oleh anak-anak sebagai langkah preventif menghadapi berbagai ancaman sosial.

Dalam rangka menyambut bulan Muharram, pada Selasa (16/6/2026) PCNU Kota Pasuruan juga menginstruksikan seluruh jajaran pengurus mulai tingkat cabang, Majelis Wakil Cabang (MWC), ranting hingga anak ranting, serta badan otonom (Banom) seperti GP Ansor, Banser, IPNU, dan IPPNU untuk memperkuat kolaborasi internal maupun eksternal bersama instansi terkait di Kota Pasuruan.

Sinergi tersebut akan diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukatif dan sosial, mulai dari sosialisasi bahaya judi online di majelis taklim, pembentukan posko pengaduan masyarakat, hingga kegiatan simpatik bersama aparat guna merangkul dan membina pemuda yang rentan terlibat dalam pergaulan negatif.

Melalui gerakan moral ini, PCNU Kota Pasuruan berharap Tahun Baru Islam menjadi titik awal lahirnya masyarakat yang lebih religius, aman, dan berakhlak mulia.

“Kami ingin Kota Pasuruan yang kita cintai ini tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga berkah, aman, dan berakhlakul karimah. Mari kita masuki Tahun Baru Islam dengan lembaran bersih, tanpa narkoba, tanpa judi, dan tanpa anarkisme di jalanan,” pungkas Gus Amak. (Jun/**)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.