Surabaya (WartaBromo.com) – BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur menggandeng media untuk memperluas edukasi terkait pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mencapai target 7,2 juta peserta aktif pada tahun 2026.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Media Gathering yang digelar di Hotel Trans Luxury Surabaya, Rabu (24/6/2026). Acara ini dihadiri jurnalis dari berbagai media di Jawa Timur dan menjadi ruang diskusi mengenai tantangan serta peluang perluasan perlindungan pekerja di wilayah setempat.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Irvansyah Utoh Banja, menjelaskan bahwa pertumbuhan kepesertaan terus menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, jumlah peserta aktif tercatat mencapai 5.290.387 orang atau meningkat 10,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan paling tinggi terjadi pada sektor Bukan Penerima Upah (BPU) atau pekerja informal. Jumlah peserta di segmen tersebut bertambah sekitar 122 ribu orang atau naik 14 persen secara tahunan.
Menurut Utoh, pekerja informal masih menjadi kelompok dengan potensi terbesar untuk perluasan kepesertaan. Sebab, jutaan pekerja di sektor ini masih belum mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Kepercayaan masyarakat menjadi kunci dalam meningkatkan kepesertaan. Bertambahnya peserta BPU menunjukkan semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur mengusung tiga fokus utama yang menjadi strategi pengembangan program, yakni Coverage, Care, dan Credibility.
Coverage diarahkan untuk memperluas jangkauan perlindungan, khususnya bagi pekerja sektor informal. Sementara Care menitikberatkan pada manfaat yang dirasakan peserta dan keluarganya ketika menghadapi risiko kerja.
Adapun Credibility bertujuan menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan BPJS Ketenagakerjaan.
Selain mencatat peningkatan jumlah peserta, BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur juga membukukan penghimpunan iuran sebesar Rp3,89 triliun hingga Mei 2026. Angka tersebut tumbuh 7,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi lain, pembayaran klaim mencapai Rp3,1 triliun atau naik 11,9 persen, dengan manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) menjadi klaim terbesar.
Untuk mempercepat perluasan perlindungan pekerja, BPJS Ketenagakerjaan turut mengoptimalkan kebijakan diskon iuran 50 persen bagi peserta BPU yang berlaku hingga Desember 2026. Program ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak pekerja mandiri dan sektor informal bergabung sebagai peserta.
Dalam kesempatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga mengajak media berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk menginformasikan penggunaan layanan resmi dan menghindari praktik percaloan dalam proses pengajuan klaim.
Melalui kolaborasi yang lebih erat dengan media, BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur optimistis target kepesertaan yang telah ditetapkan dapat tercapai, sekaligus memperluas perlindungan bagi pekerja dan keluarganya di seluruh Jawa Timur. (Lia/jun/**)





















