Mengenal CNG 3 Kg, Gas Bertekanan Tinggi yang Disiapkan Jadi Pengganti LPG 3 Kg

24

Pasuruan (WartaBromo.com) – Ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG membuat pemerintah terus mencari sumber energi alternatif yang lebih berkelanjutan. Salah satu opsi yang kini mulai disiapkan adalah penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram sebagai pengganti tabung LPG 3 kilogram untuk kebutuhan rumah tangga.

Dilansir dari jdih.kemenkeu.go.id, rencana tersebut menjadi bagian dari strategi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengurangi impor energi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi yang melimpah di dalam negeri.

Pada tahap awal, pemerintah bahkan berencana mengimpor tabung CNG 3 kilogram dari luar negeri sebelum produksi dan distribusinya dikembangkan di Indonesia.

Lantas, apa sebenarnya CNG? Mengapa gas yang selama ini lebih dikenal sebagai bahan bakar kendaraan itu kini dipertimbangkan sebagai alternatif LPG rumah tangga?

Sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2012. Dalam regulasi tersebut dijelaskan bahwa Compressed Natural Gas (CNG) adalah bahan bakar gas yang berasal dari gas bumi dengan unsur utama metana (C1) yang telah dimampatkan dan dipertahankan serta disimpan di dalam bejana bertekanan khusus agar lebih mudah diangkut maupun disimpan.

Awalnya, CNG digunakan sebagai bahan bakar kendaraan berbasis gas, namun kini mulai dikaji untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga.

Berbeda dengan LPG yang berasal dari campuran propana dan butana, CNG memanfaatkan gas alam yang tersedia cukup melimpah di Indonesia sehingga dinilai berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.

CNG tetap berbentuk gas saat disimpan, tetapi dimampatkan hingga tekanan sekitar 200–250 bar. Karena itu, tabung penyimpanannya harus menggunakan material khusus yang mampu menahan tekanan tinggi.

Saat digunakan, tekanan gas akan diturunkan melalui regulator sehingga dapat mengalir ke kompor dengan aman. Meski demikian, penggunaan CNG 3 kilogram masih dalam tahap persiapan.

Pemerintah masih menyusun skema distribusi, pengadaan tabung khusus, hingga kesiapan infrastruktur agar nantinya masyarakat dapat menggunakan bahan bakar ini secara aman dan efektif. (jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.