Bangil (WartaBromo.com) – Dampak efisiensi masih terus dirasakan oleh pemerintah daerah. Hal tersebut terlihat dari proyeksi pendapatan transfer Kabupaten Pasuruan yang masih mengalami penurunan cukup signifikan dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Penurunan tersebut mencapai Rp177,08 miliar dibandingkan dengan APBD 2026.
Berdasarkan dokumen Rancangan Perubahan APBD 2026 yang disampaikan Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori dalam rapat Paripurna di DPRD pada Kamis (13/8/2026), pendapatan transfer yang semula ditargetkan sebesar Rp2,304 triliun, diproyeksikan turun menjadi Rp2,127 triliun. Terjadi penurunan sebesar sekitar Rp177,08 miliar.
Penurunan tersebut berasal dari dua komponen utama, yakni pendapatan transfer pemerintah pusat dan pendapatan transfer antar daerah.
Pendapatan transfer pemerintah pusat menjadi penyumbang terbesar penurunan. Dalam APBD 2026, pendapatan dari pemerintah pusat ditargetkan mencapai Rp2,147 triliun lebih.
Namun, dalam Rancangan Perubahan APBD 2026, proyeksinya turun menjadi Rp1.972 triliun lebih. Artinya, terjadi penurunan sebesar sekitar Rp174,08 miliar.
Sementara itu, pendapatan transfer antar daerah juga mengalami penurunan. Proyeksinya turun dari Rp157,639 miliar dalam APBD 2026 menjadi Rp154,640 miliar dalam Rancangan Perubahan APBD 2026. Penurunan pada komponen tersebut mencapai Rp2.998.815.500,00 atau sekitar Rp3 miliar.
Jika dibandingkan, penurunan pendapatan transfer pemerintah pusat mendominasi keseluruhan penurunan pendapatan transfer Kabupaten Pasuruan pada perubahan APBD 2026.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam penyusunan perubahan APBD, mengingat pendapatan transfer masih menjadi salah satu sumber utama pendanaan dalam struktur pendapatan daerah.
“Seperti kita ketahui bersama, sejak beberapa tahun terakhir ini, pendapatan daerah secara umum memiliki dinamika yang cukup fluktuatif, yang mengharuskan kita untuk dapat terus mencermatinya dengan seksama, baik yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah, pendapatan transfer pemerintah pusat, maupun pendapatan transfer antar daerah dari provinsi,” ucap Wakil Bupati yang akrab disapa Gus Shobih. (Fir)





















