Probolinggo (WartaBromo.com) – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa di Kabupaten Probolinggo. Ratusan kader PKK kini dibekali kemampuan menggunakan AI agar mampu membantu pelaku UMKM menghasilkan produk yang lebih kompetitif sekaligus memperluas pasar melalui platform digital.
Sebanyak 397 kader Tim Penggerak (TP) PKK mengikuti pelatihan pemanfaatan AI untuk mengembangkan produk hingga membuat konten pemasaran digital UMKM dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Kampung Mandiri di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Senin (29/6/2026).
Pelatihan yang diikuti kader TP PKK dari tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan se-Kabupaten Probolinggo itu, merupakan bagian dari implementasi Gelari Pelangi (Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi) yang mendorong lahirnya desa-desa mandiri berbasis potensi lokal.
Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo, Umi Hani’ah Fahmi AHZ, mengatakan perkembangan teknologi harus dijadikan peluang untuk mempercepat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kader PKK memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan, termasuk dalam mengenalkan teknologi digital kepada pelaku usaha mikro di tingkat desa.
“Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu modal penting dalam meningkatkan daya saing masyarakat. Kami berharap kader PKK mampu menjadi pendamping bagi UMKM agar lebih kreatif, inovatif, dan mampu memanfaatkan peluang digital,” ujarnya.
Ia menegaskan, Kampung Mandiri bukan sekadar program administratif, melainkan gerakan pemberdayaan yang harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga.
Salah satu sesi yang paling mendapat perhatian peserta adalah pelatihan pemanfaatan AI untuk pengembangan produk dan pemasaran digital yang disampaikan oleh Ayrton Eduardo Aryaprabawa dari PT Evolusi Kreatif Digital Rumah Kreatif BUMN Kota Malang.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan berbagai fungsi AI yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM, mulai dari membuat desain promosi, menyusun materi pemasaran, menghasilkan foto produk yang lebih menarik, hingga menyusun strategi promosi di media sosial.
Teknologi tersebut dinilai mampu membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas pemasaran tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Ketua Pokja II TP PKK Kabupaten Probolinggo, Ninuk Yulius Christian, menjelaskan bahwa bimtek ini diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam menjalankan Program Gelari Pelangi sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
“Harapannya, setiap desa mampu melahirkan Kampung Mandiri yang produktif, inovatif, dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan nilai ekonomi potensi lokal,” katanya.
Selain pelatihan AI, peserta juga mendapatkan materi teknis mengenai Program Gelari Pelangi serta berbagi pengalaman sukses pengelolaan Kampung Mandiri dari Desa Pondok Kelor, Kecamatan Paiton.
Melalui penguatan literasi digital ini, TP PKK Kabupaten Probolinggo berharap kader di seluruh wilayah mampu menjadi motor penggerak transformasi UMKM desa.
Sehingga produk-produk lokal tidak hanya dikenal di tingkat daerah, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan. (saw)





















