Pasuruan (WartaBromo.com) – Orong-orong merupakan salah satu serangga yang cukup dikenal di Indonesia, terutama di kalangan petani. Meski jarang terlihat karena hidup di dalam tanah, keberadaannya sering menjadi penyebab rusaknya tanaman muda dan berbagai jenis tanaman budidaya.
Di sejumlah daerah, serangga ini memiliki banyak sebutan, seperti anjing tanah, sesorok, sigasir, gangsir, hingga orong-orong. Secara ilmiah, serangga ini dikenal dengan nama Gryllotalpa orientalis dan termasuk dalam famili Gryllotalpidae serta ordo Orthoptera, kelompok yang sama dengan jangkrik dan belalang.
Hewan ini berukuran sedang dengan panjang tubuh sekitar 3–5 sentimeter. Tubuhnya berwarna cokelat terang hingga cokelat gelap dan dilindungi lapisan kulit yang cukup tebal.
Ciri paling khas dari orong-orong adalah sepasang kaki depan yang termodifikasi menyerupai cangkul. Kaki tersebut sangat kuat dan berfungsi untuk menggali tanah dengan cepat, membuat lorong, serta bergerak di bawah permukaan tanah.
Serangga ini menghabiskan sebagian besar hidupnya di dalam tanah dan lebih aktif pada malam hari atau bersifat nokturnal. Karena kebiasaannya tersebut, orong-orong jarang terlihat secara langsung meski populasinya cukup banyak di lahan pertanian. (Jun)




















