Pasuruan (WartaBromo.com) – Turnamen sepak bola Bulat Cup tidak hanya sukses menyedot perhatian ribuan pencinta olahraga di Lapangan Bulat Arena, Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Di luar garis lapangan, kompetisi yang diikuti oleh 32 tim ini juga menjadi berkah musiman yang nyata bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Selama turnamen berlangsung, ribuan penonton yang memadati area pertandingan turut mendorong peningkatan transaksi para pedagang. Berbagai lapak makanan, minuman, hingga jajanan ramai diserbu pengunjung, sehingga omzet pedagang meningkat drastis dibandingkan hari biasa.
Salah satu pedagang, Via, mengaku pendapatannya meningkat drastis sejak Bulat Cup berlangsung. Penjual jus dan gorengan itu mengatakan dagangannya hampir selalu habis terjual setiap hari.
“Alhamdulillah semakin meningkat, jualan tiap hari habis,” ujar Via saat ditemui di lapaknya pada Minggu (5/7/2026).
Via menceritakan, pada hari biasa ia kerap berjualan di kawasan pabrik dengan pendapatan berkisar antara Rp600.000 hingga Rp700.000 per hari. Namun, sejak peluit pembukaan Bulat Cup ditiup, pendapatannya melonjak hingga dua kali lipat.
“Kalau hari biasa pendapatan hanya sekitar Rp600 hingga Rp700 ribu per hari. Tetapi berjualan di Bulat Cup setiap hari bisa Rp1,5 juta ke atas. Bahkan kalau partai final seperti tahun kemarin, bisa dapat Rp3 juta lebih,” ungkapnya sumringah.
Jika diakumulasikan dari babak penyisihan hingga laga puncak, Via mengaku berhasil mengantongi omzet hingga puluhan juta rupiah, sebuah angka yang sulit dicapai di hari-hari biasa.
Dampak positif ini tidak hanya dirasakan oleh Via. Berkah ekonomi dari turnamen sepak bola tahunan ini juga dirasakan merata oleh warga lokal lainnya, termasuk Anam, seorang penjual bakso keliling asli Desa Bulukandang.
Anam mengamini bahwa keramaian penonton di Bulat Arena menjadi magnet rezeki tersendiri bagi dagangannya yang selalu ludes sebelum pertandingan usai.
Dengan perpaduan antara hiburan rakyat dan perputaran ekonomi, Bulat Cup sukses membuktikan bahwa turnamen olahraga di tingkat desa mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan warga sekaligus menghidupkan sektor UMKM di Kabupaten Pasuruan. (Fir)




















