Karhutla Gunung Ringgit Hanguskan 4,5 Hektare Lahan, BPBD Probolinggo Tetap Siaga Antisipasi Titik Api Baru

17

Sukapura (WartaBromo.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ringgit, Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, menghanguskan sekitar 4,5 hektare area vegetasi.

Meski seluruh titik api telah berhasil dipadamkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo masih mempertahankan status siaga untuk mengantisipasi potensi kebakaran susulan.

Luas lahan terdampak didominasi hamparan rumput kering, semak belukar, serta pepohonan yang mudah terbakar akibat kondisi musim kemarau.

Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, tidak lagi ditemukan titik api maupun kepulan asap di lokasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan hasil pemantauan pada Senin pagi menunjukkan kebakaran telah berhasil dikendalikan.

Namun, pengawasan di lapangan belum dihentikan karena perubahan arah angin masih berpotensi memicu bara api kembali menyala.

“Area yang terdampak mencapai sekitar 4,5 hektare. Saat ini api sudah padam, tetapi personel gabungan tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api baru yang muncul,” ujar Oemar, Selasa (28/7/2026).

Pemantauan dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo bersama BPBD Jawa Timur, TNI, Polri, Pemerintah Desa Sapikerep, dan masyarakat.

Pos pengawasan dipusatkan di Dusun II Kedampul sebagai titik terdekat menuju lokasi kebakaran.

Menurut Oemar, titik api terakhir terpantau padam pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.

Meski demikian, karakteristik vegetasi yang kering selama musim kemarau membuat kawasan tersebut masih memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran.

“Pengawasan tetap kami lakukan secara berkala. Kondisi cuaca yang panas disertai angin cukup kencang menjadi faktor yang harus terus diwaspadai agar kebakaran tidak kembali meluas,” katanya.

BPBD juga mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari BPBD, TNI, Polri, pemerintah desa hingga masyarakat yang ikut melakukan pemantauan dan pengendalian di lapangan.

Masyarakat pun diimbau tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan api. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah meluasnya karhutla selama puncak musim kemarau di Kabupaten Probolinggo. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.