Di Balik Aksi Heroik Shofi, Dishub Ungkap Bekal Khusus Penjaga Palang Pintu

14

Pasuruan (WartaBromo.com) – Beberapa hari setelah aksi heroiknya menyelamatkan seorang warga dari rel kereta api di Bangil viral di media sosial, Muhammad Shofi Bahtiar (24) mendapat apresiasi dari Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan. Pada kesempatan itu, Dishub juga mengungkap standar pelatihan dan sertifikasi yang wajib dimiliki setiap petugas penjaga palang pintu.

Pada Rabu (29/7/2026), Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, Digdo Sutjahjo, mendatangi Pos JPL 105 di Kelurahan Masangan, Kecamatan Bangil.

Kedatangannya bukan sekadar menyerahkan bingkisan, tetapi juga menyampaikan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan atas keberanian Shofi yang dinilai berhasil menyelamatkan nyawa seseorang.

“Dari Dinas Perhubungan, ini patut kita apresiasi Mas Shofi Kami berterima kasih, semangatnya luar biasa untuk membantu masyarakat yang ada di sekitar palang pintu,” ujar Digdo, Rabu (29/7/2026).

Menurut Digdo, aksi tersebut telah dilaporkan kepada Bupati Pasuruan. Saat ini, Dishub juga tengah mengusulkan agar Shofi memperoleh penghargaan lebih lanjut dari pimpinan maupun instansi terkait sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya.

Tak hanya memberikan apresiasi, Digdo juga mengungkap fakta menarik di balik respons cepat Shofi. Ia menjelaskan bahwa setiap petugas penjaga palang pintu di Kabupaten Pasuruan wajib mengikuti pendidikan khusus di PPI Madiun sebelum menjalankan tugas di lapangan.

“Sebelum menjadi petugas, dipersyaratkan untuk mengikuti pendidikan di PT KAI Madiun, sehingga petugas penjaga palang pintu ini mempunyai sertifikat khusus,” terangnya.

Bekal pendidikan tersebut, lanjut Digdo, membuat petugas tidak hanya memahami prosedur pengamanan perjalanan kereta api, tetapi juga mampu mengambil keputusan cepat dalam situasi darurat demi melindungi keselamatan masyarakat.

Sebelumnya, aksi heroik itu terjadi pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 19.46 WIB. Saat sirene berbunyi dan palang pintu JPL 105 telah tertutup untuk memberi jalan kepada KA Sangkuriang relasi Ketapang–Bandung, Shofi melihat seorang pria bernama Dasuki berdiri di tengah rel.

Dengan kereta yang tinggal berjarak sekitar 500 meter, Shofi berlari dan menarik tubuh Dasuki keluar dari jalur rel. Bahkan ketika pria tersebut sempat berusaha kembali ke rel, Shofi kembali menariknya ke tempat aman beberapa detik sebelum kereta melintas.

Aksi tersebut menuai apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Febri Irawan Darwis. Ia menilai keberanian Shofi menjadi teladan kepedulian sosial sekaligus mengingatkan bahwa keselamatan di perlintasan kereta api tetap membutuhkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat, bukan hanya mengandalkan petugas. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.