Terpilih Aklamasi, Reno Handoyo Siapkan Formula Baru KONI Probolinggo: Kurangi Ketergantungan pada APBD

8

Probolinggo (WartaBromo.com) – Kepengurusan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo langsung dihadapkan pada tantangan klasik: meningkatkan prestasi di tengah keterbatasan anggaran.

Terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KONI periode 2026–2030, Reno Handoyo menawarkan pendekatan berbeda dengan membuka ruang kolaborasi bersama dunia usaha melalui program corporate social responsibility (CSR) dan kemitraan dengan investor.

Reno ditetapkan sebagai Ketua KONI dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) yang berlangsung di Auditorium Madakaripura, Kantor Bupati Probolinggo, Sabtu (1/8/2026). Ia menjadi satu-satunya calon yang memenuhi syarat dukungan sehingga forum menetapkannya secara aklamasi.

Ketua Musorkab, Muchlis, mengatakan seluruh tahapan pemilihan berlangsung sesuai mekanisme organisasi. Aklamasi, menurut dia, menjadi cerminan kesepakatan mayoritas cabang olahraga terhadap kepemimpinan baru.

“Forum telah berjalan sesuai aturan. Seluruh peserta menerima hasil pemilihan secara demokratis melalui mekanisme aklamasi,” ujar Muchlis.

Bagi Reno, pekerjaan rumah terbesar bukan hanya mempertahankan tren peningkatan prestasi, tetapi memastikan pembinaan atlet tetap berjalan meski ruang fiskal pemerintah daerah terbatas.

Ia menilai sudah saatnya pembinaan olahraga tidak hanya bergantung pada APBD. Menurutnya, sektor swasta perlu didorong ikut mengambil bagian dalam membangun prestasi olahraga daerah.

“Olahraga harus dipandang sebagai investasi sumber daya manusia. Karena itu kami akan mengajak perusahaan dan investor menjadi bagian dari pembinaan atlet,” kata Reno.

Ia mengungkapkan komunikasi dengan sejumlah perusahaan akan segera dilakukan untuk membangun pola kemitraan yang berkelanjutan. Skema CSR dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan pembinaan, mulai dari pemusatan latihan hingga peningkatan fasilitas atlet.

“Kami ingin membangun ekosistem olahraga yang melibatkan banyak pihak, sehingga pembinaan tidak bergantung pada satu sumber pendanaan,” ujar anggota DPRD dari Gerindra itu.

Bupati Probolinggo Mohammad Haris menyebut Musorkab seharusnya tidak berhenti pada agenda memilih ketua baru. Menurut dia, forum tersebut harus menjadi titik awal lahirnya strategi baru untuk meningkatkan daya saing olahraga Kabupaten Probolinggo.

Ia mengapresiasi capaian KONI periode sebelumnya yang berhasil membawa Kabupaten Probolinggo naik dari peringkat 29 menjadi 19 dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.

“Prestasi itu harus menjadi pijakan, bukan tujuan akhir. Target berikutnya tentu lebih tinggi,” kata Haris.

Ia juga mendorong kepengurusan baru memanfaatkan potensi cabang olahraga yang berpeluang menyumbang medali, sekaligus memperluas pembinaan atlet melalui sekolah, madrasah, dan pondok pesantren.

Wakil Ketua Umum III KONI Jawa Timur Zainal Arifin menilai tantangan pembinaan olahraga ke depan tidak ringan. Namun, ia optimistis prestasi tetap dapat ditingkatkan apabila pengurus mampu menjaga soliditas organisasi dan memperkuat sinergi dengan seluruh cabang olahraga.

“Keterbatasan anggaran terjadi di banyak daerah. Yang membedakan adalah kemampuan organisasi membangun kolaborasi dan menjaga semangat pembinaan,” ujarnya.

Terpilihnya Reno Handoyo secara aklamasi menjadi awal kepemimpinan baru KONI Kabupaten Probolinggo. Kini, tantangan sesungguhnya adalah menerjemahkan gagasan kolaborasi dengan dunia usaha menjadi dukungan nyata yang mampu mengantar atlet Kabupaten Probolinggo berbicara lebih banyak pada Porprov Jawa Timur 2027. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.