Bapanas Libatkan KDKMP Jadi Titik Penyaluran Bantuan Beras, Wilayah Terpencil Diprioritaskan

29

Jakarta (WartaBromo.com) – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong pemanfaatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai titik penyaluran bantuan pangan beras tahap kedua yang akan mulai didistribusikan secara serentak pada 17 Agustus 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap bantuan pangan sekaligus mengoptimalkan peran Koperasi Merah Putih sebagai infrastruktur pelayanan pemerintah di tingkat desa dan kelurahan.

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani, mengatakan koperasi yang memiliki gudang memadai serta berada dekat dengan lokasi penerima manfaat dapat dimanfaatkan sebagai titik distribusi bantuan.

“KDKMP yang sudah ada, bisa menjadi salah satu titik penyaluran bantuan pangan. Kalau misalnya di desa ada KDKMP yang besar, punya tempat yang luas, gudangnya cukup besar, dan dekat dengan tempat tinggal para penerima bantuan pangan, bisa digunakan sebagai lokasi titik salur. Kita bisa mengoptimalkan fasilitas yang dimiliki oleh koperasi,” ujar Rachmi.

Selain memanfaatkan KDKMP, Bapanas juga meminta pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Perum Bulog di masing-masing wilayah agar proses distribusi dapat berjalan sesuai jadwal.

Koordinasi tersebut meliputi kesiapan gudang, pengemasan, hingga pengecekan kualitas dan jumlah beras sebelum dikirim ke titik pembagian.

“Pimwil Pimca Bulog, mohon segera bersiap, berkoordinasi dengan teman-teman dinas. Bagi yang belum cek kualitas, mohon bisa melakukan cek kualitas dan jumlah yang akan dibagikan. As soon as possible karena surat penugasan sudah ditandatangani,” katanya.

Bapanas juga memberikan perhatian khusus terhadap wilayah dengan tantangan geografis, terutama Papua dan daerah terpencil lainnya. Bulog diminta mempercepat mobilisasi stok agar distribusi tidak terkendala transportasi maupun keterbatasan gudang.

“Catatan untuk Bulog wilayah Papua dengan keterbatasan transportasi, angkutan, gudang, mohon segera digerakkan, sehingga menjadi prioritas untuk daerah-daerah yang remote dulu. Kami berharap penyaluran bantuan pangan tahap ini bisa 100 persen,” tegas Rachmi.

Program bantuan pangan tahap kedua ini akan menyasar 33.244.408 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) versi ketiga yang telah diperbarui Badan Pusat Statistik (BPS) pada 10 Juli 2026.

Setiap penerima akan memperoleh 10 kilogram beras per bulan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September yang disalurkan sekaligus dalam satu kali distribusi.

Secara nasional, pemerintah menyiapkan sekitar 997,2 ribu ton beras dengan dukungan anggaran sebesar Rp17,52 triliun. Program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat stabilitas pangan nasional, sekaligus memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Sebelumnya, realisasi penyaluran bantuan pangan tahap pertama untuk alokasi Februari-Maret 2026 mencapai 33,14 juta KPM atau sekitar 99,7 persen dari target nasional. Dalam pelaksanaannya, Bulog telah menyalurkan sekitar 664,88 ribu ton beras, sehingga pemerintah menargetkan penyaluran tahap kedua dapat kembali mencapai tingkat keberhasilan yang sama, bahkan hingga 100 persen. (Jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.