Emil Dardak Ungkap Alasan Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare

14

Probolinggo (WartaBromo.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menduga lonjakan luas kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) hingga mencapai sekitar 520 hektare berkaitan dengan bara dari kebakaran sebelumnya yang kembali aktif.

Dugaan itu disampaikan Emil setelah meninjau langsung kawasan terdampak karhutla Bromo, Minggu (9/8/2026). Ia mengatakan tidak semua titik yang kembali terbakar dapat langsung terlihat, terutama di kawasan lereng, tebing, dan bagian bawah hutan.

Menurut Emil, kondisi tersebut berbeda dengan savana yang terbuka. Kobaran api di hamparan savana lebih mudah dipantau secara kasatmata, sementara bara yang tersisa di balik vegetasi atau medan terjal berpotensi luput dari pengamatan.

“Kalau di savana yang terbuka, api bisa terlihat dengan jelas. Tetapi di kawasan hutan, terutama di bawah atau lereng yang sulit dijangkau, bisa saja masih ada bara kecil yang kemudian menyala lagi ketika terkena angin,” kata Emil saat berada di lokasi kebakaran.

Kondisi vegetasi kering menjadi persoalan lain. Emil menyebut alang-alang dan rerumputan yang mengering selama musim kemarau membuat api memiliki bahan bakar yang mudah terbakar.

“Vegetasinya sekarang kering. Alang-alang menjadi bahan bakar yang sangat mudah terbakar, sehingga ketika ada angin, api dapat bergerak dengan cepat,” ujarnya.

Kebakaran di kawasan savana Bromo sempat mereda pada Sabtu (8/8) siang. Namun, kobaran kembali membesar pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari.

Pemetaan sementara menunjukkan sekitar 520 hektare kawasan terdampak. Api juga dilaporkan bergerak ke sejumlah wilayah di luar area savana utama.
Beberapa titik api terpantau mengarah ke Argosari, Kabupaten Lumajang, serta Argowulan, Kabupaten Pasuruan.

Situasi tersebut membuat penanganan kebakaran harus dilakukan secara simultan melalui jalur darat dan udara. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengerahkan tiga helikopter untuk mendukung pemadaman dari udara.

Helikopter digunakan untuk menjangkau titik api yang berada di lokasi sulit ditembus petugas. Operasi water bombing didukung sumber air dari kawasan Ranu Regulo dan Ranu Pani.
Emil Soroti Risiko Aktivitas Wisatawan

Di tengah upaya pemadaman, Emil juga menyoroti risiko aktivitas manusia yang dapat memicu kebakaran baru. Ia menyinggung kawasan Penanjakan di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, yang menjadi salah satu kawasan wisata di lereng Bromo.

Menurut Emil, masyarakat lokal dinilai memahami karakter kawasan dan risiko kebakaran. Kekhawatiran justru muncul dari aktivitas pengunjung yang tidak memahami kondisi vegetasi saat musim kemarau.

“Yang perlu kita antisipasi adalah aktivitas pengunjung. Masyarakat setempat insyaallah memahami kondisi kawasan. Karena itu, pembatasan kunjungan menjadi penting untuk mencegah risiko yang tidak kita inginkan,” katanya.

Pembatasan aktivitas wisata juga dinilai memberi ruang lebih besar bagi petugas untuk melakukan pemadaman tanpa terganggu mobilitas pengunjung.

Balai Besar TNBTS telah menutup seluruh akses menuju kawasan wisata Gunung Bromo sejak Sabtu (8/8) pukul 22.00 WIB.

Penutupan berlaku melalui Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang.

Hingga Minggu, belum ditentukan kapan kawasan wisata tersebut akan kembali dibuka.

Emil mengatakan penanganan kebakaran tidak hanya ditujukan untuk memadamkan api yang terlihat, tetapi juga memastikan tidak ada bara tersisa yang dapat kembali menjadi sumber kebakaran.

“Yang penting sekarang bagaimana seluruh titik bisa dikendalikan dan tidak ada bara yang kemudian kembali menjadi api. Kondisi lapangan terus dipantau,” ujarnya.

Dengan luas area terdampak yang telah mencapai sekitar 520 hektare, pemerintah dan tim gabungan kini berpacu mengendalikan kebakaran sekaligus mencegah api kembali merambat ke kawasan konservasi TNBTS (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.