Delapan Desa di Kabupaten Pasuruan Dilanda Kekeringan, Warga Bergantung pada Bantuan Air Bersih

16

Pasuruan (WartaBromo.com) – Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih di Kabupaten Pasuruan. Hingga saat ini, sedikitnya delapan desa di tiga kecamatan mengalami kekeringan cukup ekstrem dan membutuhkan distribusi air bersih secara rutin setiap hari.

Delapan desa tersebut masing-masing berada di Kecamatan Lumbang, Winongan dan Pasrepan. Di Kecamatan Lumbang, kekeringan melanda Desa Karangjati, Watulumbang dan Pancur. Sementara di Kecamatan Winongan, wilayah terdampak berada di Desa Kedungrejo.

Sedangkan di Kecamatan Pasrepan, kekeringan terjadi di Desa Ngantungan, Sibon, Klakah dan Petung.

Bupati Pasuruan, M Rusdi Sutejo, mengatakan Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait terus melakukan dropping air bersih setiap hari ke desa-desa terdampak.

Hal tersebut disampaikan Rusdi saat mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kunjungan penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang, Minggu (6/9/2026).

“Saat ini ada 8 desa yang tengah berjuang melawan kekeringan. Untuk mengatasinya, BPBD bersama OPD terkait lainnya secara intens melaksanakan pengiriman air bersih ke seluruh desa tersebut, setiap hari,” kata Rusdi.

Menurutnya, penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan melalui distribusi air bersih. Pemkab Pasuruan juga telah membangun tandon air permanen di 13 desa yang dinilai berpotensi mengalami kekeringan.

Belasan desa tersebut tersebar di Kecamatan Winongan, Lumbang, Pasrepan dan Kejayan.

“Dropping air bersih kami lakukan setiap hari. Selain itu kita juga bangun tandon-tandon air permanen dengan harapan bukan hanya digunakan pada saat musim kemarau saja, namun saat penghujan juga bisa,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur membutuhkan penanganan bersama. Terlebih, terdapat 24 daerah di Jawa Timur yang telah menetapkan status kedaruratan untuk menghadapi bencana kekeringan.

Menurut Khofifah, distribusi air bersih menjadi langkah yang harus terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Di sisi lain, Pemprov Jatim tengah menyiapkan opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan peluang turunnya hujan.

“Sebetulnya kehadiran saya di sini tak lain untuk mensubtitusi program yang telah dilakukan Pak Bupati, sehingga kami hanya meluaskan sapaannya agar apa yang diberikan oleh pemerintah daerah dapat kami tambahkan demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Khofifah.

Ia menjelaskan, OMC dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer serta keberadaan awan yang memenuhi persyaratan. Awan yang sesuai kemudian dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang membutuhkan.

“Ketika awan kemudian bergerak menuju daratan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan hujan di wilayah yang membutuhkan. Namun semuanya bergantung pada kondisi awan yang tersedia dan pergerakannya,” jelasnya.

Karena itu, Khofifah menegaskan distribusi air bersih tetap menjadi langkah utama selama sumber air masyarakat belum kembali normal.

“Maka dari itu, distribusi air bersih tetap menjadi langkah utama untuk menjaga kebutuhan masyarakat selama sumber air belum kembali normal,” imbuhnya.

Selain upaya teknis berupa distribusi air bersih dan persiapan OMC, Khofifah juga mendorong masyarakat melakukan ikhtiar keagamaan melalui Salat Istisqa, yakni salat sunah untuk memohon turunnya hujan.

“Kalau komunitas yang memungkinkan untuk bisa menyegerakan Salat Istisqa akan menjadi sangat baik, karena Salat Istisqa adalah ibadah untuk memohon kepada Allah agar segera menurunkan hujan,” katanya.

Khofifah menegaskan, berbagai langkah tersebut dilakukan karena kekeringan yang berlangsung cukup ekstrem dan panjang telah berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih.

“Kita memberikan substitusi support supply air karena memang kekeringan yang terjadi pada musim kemarau yang cukup ekstrem dan panjang berdampak pada pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat,” pungkasnya. (Fir)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.