Rektor Unzah Genggong Abdul Aziz Wahab Wafat, NU Kraksaan Kehilangan Penggerak Kaderisasi

26

Probolinggo (WartaBromo.com) — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Universitas Zainul Hasan (Unzah) Genggong dan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Probolinggo. Rektor Unzah Genggong, Dr. Abdul Aziz Wahab, M.Ag, meninggal dunia pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Kepergian Abdul Aziz bukan hanya meninggalkan duka bagi civitas akademika Unzah dan Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong. Di lingkungan Nahdlatul Ulama, almarhum dikenal sebagai pengurus PCNU Kraksaan sekaligus sosok yang banyak terlibat dalam kegiatan kaderisasi.

Almarhum tercatat sebagai Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan yang membidangi pengkaderan. Ia juga aktif sebagai Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo.

Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH Abdul Wasik Hannan menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Abdul Aziz. Ia berharap seluruh pengabdian almarhum menjadi amal yang diterima Allah SWT.

“Semoga amal ibadah dan pengabdian beliau diterima Allah SWT,” kata Kiai Wasik.

Bagi keluarga besar PCNU Kraksaan, kepergian Abdul Aziz menjadi kehilangan tersendiri. Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH Chafidzul Hakim Noer mengatakan, hubungan yang telah terjalin lama membuat sosok almarhum meninggalkan kesan kuat di lingkungan organisasi.

Menurut Nun Hafidz, sapaan KH Chafidzul Hakim Noer, ada sejumlah hal yang membuat Abdul Aziz dikenang oleh warga NU. Salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat, terutama melalui bidang pendidikan.

“Pengabdian beliau, terutama kepada masyarakat dan para guru, sangat besar,” ujar Nun Hafidz.

Abdul Aziz juga dikenal memiliki perhatian terhadap perkembangan pendidikan. Tercatat sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo.

Kiprahnya sebagai Rektor Unzah Genggong menjadi salah satu ruang pengabdiannya dalam mendorong kemajuan perguruan tinggi yang berada di lingkungan pesantren tersebut.

Menurut Nun Hafidz, kepedulian almarhum terhadap pendidikan tidak berhenti pada gagasan. Ia terlibat dalam berbagai upaya untuk mengembangkan lembaga pendidikan.

“Beliau gigih memperjuangkan kemajuan pendidikan,” kata pimpinan Majelis Shalawat Syubbanul Muslimin itu.

Selain pendidikan, kaderisasi NU menjadi bagian penting dari kiprah Abdul Aziz. Sebagai pengurus PCNU Kraksaan yang menangani bidang pengkaderan, ia terlibat dalam sejumlah kegiatan pembentukan dan penguatan kader.

Di antaranya melalui Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) serta Pendidikan Menengah Kader Nahdlatul Ulama (P-MKNU).

Nun Hafidz menilai keterlibatan tersebut menunjukkan perhatian almarhum terhadap keberlanjutan organisasi. Kaderisasi dipandang penting untuk menyiapkan generasi yang mampu meneruskan pengabdian NU di tengah masyarakat.

“Beliau sangat perhatian terhadap kaderisasi NU,” ujar salah satu pengasuh Ponpes Nurul Qodim tersebut.

Bagi PCNU Kraksaan, Abdul Aziz tidak hanya menjalankan fungsi administratif sebagai pengurus. Ia juga menjadi salah satu sosok yang terlibat dalam kerja organisasi, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Nun Hafidz mengenang almarhum sebagai pribadi yang baik dan memiliki komitmen terhadap amanah yang diberikan kepadanya.

“Beliau orang baik dan penuh pengabdian,” katanya.

Wafatnya Abdul Aziz meninggalkan ruang kosong bagi keluarga besar PZH, Unzah, NU, pesantren, serta masyarakat yang selama ini bersentuhan dengan kiprahnya.

Jejak pengabdiannya di bidang pendidikan dan kaderisasi diharapkan tetap menjadi bagian dari perjalanan lembaga dan organisasi yang pernah dinaunginya. (fat/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.