Wartawan Pasuruan Diajari Menembak oleh Tentara Marinir

1010

image

Grati (wartabromo) – Letusan demi letusan suara pistol terdengar membahana di area lapangan tembak Makolatmar Grati, Pasuruan, Selasa (8/3/2015).

Suara itu bukan berasal dari senjata anggota marinir yang sedang berlatih namun berasal dari letusan peluru yang melesak dari Pistol Jenis FN kaliber 9 yang ditembakkan oleh Puluhan wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Pasuruan.

Pantauan wartabromo di lokasi, sejumlah pelatih profesional dihadirkan untuk memberikan penjelasan dan berbagi pengalamannya dengan para jurnalis dari berbagai media baik cetak, online dan elektronik tersebut.

“Harus diingat, jangan sekali kali mengarahkan senjata ke rekannya. apalagi tola-tole. Karena ini peluru sungguhan. Jangan tegang, ” ujar Letkol Marinir Purnomo, Pasi Intel Makolatmar Grati memberikan penjelasan kepada para jurnalis yang bersiap melepaskan tembakannya.

Darr! sebuah peluru dilepaskan oleh Arie Yunianto, Ketua PWI Perwakilan Pasuruan ke arah media tembak yang berjarak sekitar 10 meteran. Sayang, lantaran masih pemula, tembakan itu pun meleset dan tak mengenai sasarannya.

“Sulit juga ternyata. Terlalu tegang, ” ujar Wartawan Koran Sindo ini.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Mulyono, wartawan Indosiar yang berulang kali mencoba untuk melepaskan peluru tajamnya dari pistol jenis FN keluaran tahun 1960. Pria penyuka burung yang mengaku tak pernah menembak ini pun juga meleset dari target sasaran.

Wakil Komandan Latpur Grati, Letkol Hadi Sunarto menuturkan, latihan menembak bagi jurnalis tersebut diselenggarakan sebagai salah satu upaya pengenalan dan pembelajaran tentang senjata laras pendek. Tak hanya itu, Pistol FN kerap disalahgunakan termasuk oleh penjahat jalanan.

“Kegiatan ini adalah bentuk pengenalan sekaligus pembelajaran tentang bagaimana cara menembak menggunakan senjata laras pendek itu. Tidak gampang, bukan?, ” ujar Letkol Hadi Sunarto.

Pihaknya berharap, pengenalan dan pembelajaran tersebut dapat bermanfaat bagi kalangan jurnalis termasuk mengetahui cara menembak serta mengenal jenis senjata api.

Dalam kegiatan menembak oleh para jurnalis ini, skor terbaik didapatkan oleh Tuji Hartono, wartawan Antv area Pasuruan yang kini terpilih sebagai anggota Panwaslu Kota Pasuruan. (yog/yog)