Miris ! Pinggiran Jembatan Hanya Dari Bambu

264
jembatan
Jembatan Desa Rejosalam, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, kondisinya membahayakan pengguna jalan yang melintasinya.

Pasrepan (wartabromo) – Awalnya hanya sementara, ternyata penggunaannya menjadi sementahun (bertahun-tahun) tak kunjung diperbaiki. Apalagi jika fungsinya sangat fital untuk menjaga keselematan banyak orang dan barang yang sudah sementahun itu sudah rapuh.

Membikin hati miris dan mengkhawatirkan. Itulah pinggiran jembatan yang melintang di atas sebuah sungai di Desa Rejosalam, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan. Yang terpasang ternyata sebuah lonjoran bambu yang rapuh, karena terlalu lama.

“Mengkhawatirkan pengguna jalan yang melintasnya. Jangankan kendaraan bermotor, mobil atau sepeda motor. Pejalan kaki yang lewat dan menyenggol, pinggiran jembatan itu pasti ambrol bersama orangnya sekaligus terperosok ke sungai,” kata Abdullah, tokoh masyarakat Pasuruan asal Sladi Kejayan, Sabtu (17/10/2015).

Pengguna jalan, baik pengendara mobil, motor, sepeda pancal hingga pejalan kaki yang melintasi jalan itu mengalami peristiwa naas itu. bisa mendatangkan maut, karena jembatan itu memiliki kedalaman sekitar 15 meter dan sungai yang mengering itu, juga dipenuhi bebatuan pegunungan.

Kemungkinan terburuk makin rentan bagi pengguna jalan, lantaran lebar jembatan hanya sekitar 2,5 meter dengan panjang sekitar 20 meter. Dua mobil yang enggan mengalah, jika keduanya berpapasan, dipastikan berujung maut.

“Jangankan itu, mobil dan motor berpapasan saja sudah mengkhawatirkan. Jika lengah sedikit hingga bersenggolan, motor dan pengendaraanya bisa langsung terperosok. Pinggiran jembatan sangat rapuh dan mengkhawatirkan,” tandas pria yang akrab dipanggil Gus Duloh ini.

Diterangkan, pinggiran jembatan yang terpasang dari bambu yang sudah rapuh itu, awalnya bersifat sementara. Karena pasangan pinggiran yang terbuat dari pipa besi sudah keropos dan rusak lebih dari 5 tahun lampau.

Bukan hanya itu, penyangga pinggiran jembatan dari betonan, ternyata pada bagian pondasinya juga seudah jebol. Namun hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, mengabaikannya.

“Secara keseluruhan, jembatan itu sudah tidak layak, karena yang melintas bukan hanya mobil-mobil kecil. Truk pengangkut pasir dan batu juga melewatinya. Pemerintah harus segera turun tangan dan jangan menunggu jatuhnya korban, bukan hanya memperbaiki, tapi sekaligus memperlebar jembatan,” tegas Gus Duloh. (hrj/hrj).