Puncak Erupsi Bromo Diperkirakan Februari 2016

442
Petugas PVMBG memantau seismograf di Pos Pantau Gunung Bromo. Foto: Harjo Suwun (wartabromo)

Probolinggo (wartabromo) – Aktivitas vulkanik Gunung Bromo terus meningkat dan diperkirakan terus berlanjut hingga sembilan bulan ke depan. Puncaknya terjadi di bulan ketiga, sementara saat ini erupsi baru memasuki bulan pertama.

Kepala Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunungapi Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) saat di Pos Pantau PVMBG Gunung Bromo, Senin (14/12/2015), mengatakan erupsi Gunung Bromo akan terus meningkat. Gempa tremor amplitudo akan makin besar dan asap yang keluar dari kawah juga makin tinggi.

“Kami perkirakan erupsi akan terjadi selama 9 bulan dan puncaknya dimulai pada bulan ketiga. Saat ini baru bulan pertama. Indikator pada saat mulai puncak erupsi, gempa tremor dominan berkekuatan amplitudo 40 milimeter dengan asap berwarna hitam pekat seperti 2010,” kata Gede Suantika.

Gempa tremor Gunung Bromo saat ini mencapai 24 milimeter hingga 30 milimeter amplitudo dengan dominan amplitudo 7 milimeter. Sedangkan asap yang keluar dari kawah berketinggian 600 hingga 700 meter berwarna putih kecoklatan membawa material vulkanik berupa belerang serta silica.

Arah asap mengarah ke Barat Daya, yakni Wilayah Kabupaten Pasuruan dan Malang sehingga kemungkinan akan berdampak jalur penerbangan dari Bandara Abdurrahman Saleh Malang.

“Terkait gangguan penerbangan itu, tergantung arah dan kecepatan angin,” pungkas Gede.

Saat ini status Bromo masih siaga dan radius aman tetap 2,5 kilometer dari kawah sehingga tidak memungkinkan wisatawan ke lautan pasir. Meski demikian, keindahan Bromo tetap bisa dinikmati dari desa terdekat di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo dan Puncak Penanjakan di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. (hjr/fyd)