Koran Online 23 Maret: Ki Bagong Mundur dari Golkar hingga Banjir Terjang 3 Kecamatan

0
383

Beragam peristiwa kami sajikan pada tanggal 22 Maret 2018 melalui laman media online wartabromo. Ragam berita menarik kini kami sajikan untuk kembali anda baca sebagai kemasan koran online edisi Jumat (23/3/2018). Mulai dari “Jadi Pegiat Bumbung Kosong, Ki Bagong Mundur di Kepengurusan Golkar Pasuruan, hingga “3 Bulan, Penanganan Bencana Pasuruan Sedot Rp 400 Juta”. Simak selengkapnya :

  1. Ada Calon Tunggal, Komisi II DPR RI Pantau Pasuruan

Pasuruan (wartabromo.com) – Komisi II DPR-RI melajukan kunjungan Spesifik Persiapan dan Kesiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak 2018, di Pendopo Kabupaten Pasuruan, Kamis (22/3/2018). Adanya calon tunggal, jadi fokus pemantauan hingga jadi alasan kunjungan.

Ketua Komisi II DPR-RI, Zainudin Amali menegaskan, kehadirannya sebagai bentuk tugas dan tanggungjawabnya agar gelaran Pilkada serentak 2018 kali ini dapat berlangsung sebagaimana aturan.

Informasi Selengkapnya disini

 

  1. Jadi Pegiat Bumbung Kosong, Ki Bagong Mundur di Kepengurusan Golkar Pasuruan

Pasuruan (wartabromo.com) – Seorang fungsionaris DPD Partai Golkar Kabupaten Pasuruan, nyatakan diri mundur. Keterlibatan dalam kegiatan kampanye bumbung kosong, disebut-sebut jadi alasan pengunduran diri.

Fungsionaris partai bergambar pohon beringin itu adalah Ki Bagong Sabdo Sinukarto. Dalam jajaran pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Pasuruan periode 2016-2021, ia berposisi sebagai Wakil Ketua Bidang Seni dan Budaya.

Informasi Selengkapnya disini

 

  1. Atasi Banjir Pasuruan, Dinas SDA Jatim Ajukan Rp 1 T ke Pusat

Pasuruan (wartabromo.com) – Banjir Pasuruan, menjadi sorotan sejumlah pihak, terutama pemerintah. Atasi banjir, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur, ajukan Rp 1 triliun ke pemerintah pusat.

Kepala Dinas SDA Provinsi Jawa Timur, Dahlan menegaskan, pihaknya memiliki tanggungjawab besar untuk melakukan upaya-upaya penanganan, antisipasi banjir akibat luapan air sungai.

Menurutnya, sungai-sungai yang ada di wilayah Kabupaten/Kota Pasuruan, termasuk kewenangannya, mendesak untuk dilakukan normalisasi.

Informasi Selengkapnya disini

  1. Atap SDN Rebalas 2 Hampir Ambruk, Kepala Diknas : Anggaran Minim

Pasuruan (wartabromo.com) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan angkat bicara terkait hampir ambruknya atap kelas SDN Rebalas 2 kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Minimnya anggaran, membuat Diknas belum bisa berbuat banyak.

“Anggaran untuk sekolah yang rusak masih sedikit, padahal masih banyak sekolah yang harus diperbaiki,” tutur Iswahyudi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Kamis (22/3/2018).

Informasi Selengkapnya disini

  1. Tiga Kecamatan di Pasuruan Kebanjiran, Wilayah Bangil Terpantau Parah

Pasuruan (wartabromo.com) – Hujan deras mengguyur sebaguan besar wilayah Kabupaten Pasuruan, mengakibatkan sejumlah desa di tiga Kecamatan kebanjiran. Debit air sejumlah sungai dilaporkan kian bertambah, hingga dimungkinkan banjr akan terus meluas.

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana mengatakan, banjir saat ini terjadi di Kecamatan Beji, Bangil, serta Kecamatan Kraton.

Di wilayah Kecamatan Beji, banjir terjadi di daerah langganan bencana ini, diantaranya Kedungboto sampai Kedungringin. Sedangkan Kecamatan Bangil, banjir berada di Kelurahan Kalianyar, Kalirejo dan Tambaan.

Informasi Selengkapnya disini

  1. 3 Bulan, Penanganan Bencana Pasuruan Sedot Rp 400 Juta

Pasuruan (wartabromo.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan, telah menyerap Rp 400 juta dari Rp 10 milyar anggaran penanganan bencana. Jumlah tersebut digunakan penanganan bencana selama kurun hampir tiga bulan terakhir.

Bakti Jati Permana, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan menjelaskan, bencana diantaranya berupa banjir, puting beliung maupun tanah longsor.

Informasi Selengkapnya disini

  1. Hadapi Calon Tunggal, KPU Kabupaten Pasuruan Catat Penghematan Rp 4,4 M

Pasuruan (wartabromo.com) – Calon tunggal, membuat KPU Kabupaten Pasuruan lebih berhemat dalam penyerapan anggaran. Sedikitnya Rp 4,4 milyar dari sejumlah pos anggaran, terpangkas lantaran terdapat satu peserta di Pilkada kali ini.

Ketua KPU Kabupaten Pasuruan, Winaryo Sujoko menyampaikan penghematan anggaran di hadapan Komisi II DPR RI, di Pendopo Kabupaten Pasuruan, Kamis (22/3/2018).

Diungkapkan oleh Winaryo, beberapa item pada nomenklatur anggaran KPU Kabupaten Pasuruan di Pilkada ini, tidak dapat diserap, diantaranya anggaran yang melekat pada pasangan calon.

Informasi Selengkapnya disini

 

  1. Mengenal Lempuk, Ikan yang Hanya Bisa Hidup di Danau Ranu-Grati