Pelajar Tewas di Lapangan Sumberanyar, Polisi Periksa 10 Saksi

2154
Konferensi pers Operasi Sikat Semeru 2018, Polresta Pasuruan, Senin (17/9/2018)

Pasuruan (wartabromo.com) – Polisi periksa sedikitnya 10 saksi terkait kasus pembunuhan pelajar di Nguling, Kabupaten Pasuruan. Saksi diperkirakan akan terus bertambah, seiring semakin terbukanya fakta.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Slamet Santoso usai Pers Release Operasi Sikat Semeru 2018.

“Ada 10 saksi, yang jelas kita kan penyidikan itukan mengerucut kesini ternyata tidak produktif kita tinggal kalau curiga ya pasti curiga,” ujar Slamet, Senin (17/9/2018)

Slamet menjelaskan, jumlah saksi yang diperiksa berpotensi bertambah. Sementara mengenai motif pembunuhan, dirinya hanya memberikan sedikit gambaran fakta di lapangan.

“Kalau motif begini, kita menemukan sosok mayat mengalami luka-luka akibat kekerasan begitu juga barang korban hilang. Kalau pencurian murni, kenapa harus ke lapangan, bisa motif dendam sakit hati. Yang kelas kena benda tajam, tetapi kita menunggu hasil visumnya,” jelas Slamet.

Diketahui, warga menemukan sesosok mayat pria tergeletak dengan luka memar di bagian kepala di lapangan Dusun Sumurwaru, Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jum’at (14/9/2018) pagi. Identitas korban diketahui bernama Mahfud Budi Setiawan (17) warga Tongas, Kabupaten Probolinggo, yang berstatus pelajar SMKN 1 Grati.

Saat ditemukan, korban hanya mengenakan celana pendek dan kaus putih. Motor Vixion yang digunakan saat pamit berpergian dari rumahnya juga raib. (wil/may)