Mengenal Batik Pandalungan Khas Kabupaten Probolinggo

2765

Ketua Asosiasi Pengrajin Batik, Bordir dan Assesoris (APBBA) setempat, Mahrus Ali, menyambut baik langkah-langkah yang diambil Pemkab Probolinggo. Pihaknya sangat tertantang dengan kebijakan itu. Pasalnya, pengrajin menurutnya, tidak hanya berorentasi pada mencari laba. Melainkan bagaimana memasyarakatkan bagi kepada siswa sebagai budaya bangsa.

“Untuk motif yang sederhana, harga di bawah seratus ribu bisa diproduksi oleh pengrajin. Namun, yang menjadi tantangan kami adalah, bagaimana dengan anggaran kecil itu, anak didik kita mempunyai seragam sekolah yang bagus dengan motif premium. Jadi tidak hanya sekedar seragam sekolah saja, karena misi kita adalah mengenalkan budaya bangsa dan potensi daerah ini, sejak dini kepada mereka,” kata pemilik Batik Ronggomukti ini.

Upaya APBBA sendiri, untuk mengenalkan batik kepada siswa, menurut Mahrus, sudah sering dilakukan. Salah satunya dengan cara menerima kunjungan siswa untuk belajar batik dsetiap rumah pengrajin. Biasanya, mereka digratiskan untuk berlatih mendesain, mencanting dan mewarnai kain mori.

“Khusus di tempat saya, siswa yang belajar batik, kami gratiskan untuk ikut kursus bahasa Inggris,” tutur guru Bahasa Inggris ini. (*)