Perhatikan Nasib Janda, Disperindag Pasuruan Beri Pelatihan ini

1387

Pasuruan (wartabromo.com) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan mencoba memperkuat ekonomi warga. Kali ini, penguatan dilakukan dengan memberikan keterampilan membuat hantaran pengantin, menyasar janda usia produktif.

Dalam catatannya, sebanyak 20 janda di Komplek Arba’in (Kampung Janda), Kelurahan Gempeng, Kecamatan Bangil, mengikuti pelatihan ini selama 5 hari, yakni mulai 25-29 November 2018.

Heru Hermandi, Kabid Industri Disperindag Kabupaten Pasuruan mengatakan, hantaran pengantin biasanya berbentuk parsel berisi buah-buahan ataupun peralatan rumah tangga yang dihias. Dan keterampilan ini dipilih, lantaran seluruh bahan mudah didapat, seperti karton maupun bahan bekas sejenis lain.

“Kita manfaatkan barang bekas supaya mereka bisa memahami bahwa apapun bisa dilakukan, termasuk karton yang tidak terpakai, asalkan masih dalam kondisi bagus, bisa disulap menjadi sesuatu yang indah seperti hantaran pengantin,” kata Heru.

Ditegaskan Heru, alasan memberdayakan para janda tak lain sebagai bagian dari kepedulian Pemkab Pasuruan yang memberikan pemerataan kesempatan kepada setiap anggota masyarakat. Lebih-lebih pada janda yang ditinggal mati oleh suaminya. Harapannya, keahlian yang diperoleh bisa dijadikan usaha untuk menambah pendapatan.

“Bisa membuat mereka menjadi pribadi yang mandiri setelah ditinggal pergi suami untuk selama-lamanya. Mereka bisa memiliki uang sendiri untuk masa depan dia dan keluarganya,” imbuhnya.

Selain menghasilkan uang, keahlian yang didapat dari pelatihan diyakini dapat membantu warga dalam membuat hantaran pengantin bagi sanak familinya sendiri, yang tengah memiliki hajatan, sehingga dapat menekan pengeluaran.

“Para peserta yang bisa menerapkan pelatihan ini nantinya bisa membantu lingkungannya atau keluarganya dalam membuat hantaran,” ujarnya kemudian.

Sementara itu, salah satu peserta Reni (43) mengaku baru pertama kali mengikuti pelatihan semacam ini. Ia merasakan betul manfaatnya.

“Ini pertama kalinya saya mengikuti pelatihan hantaran pengantin. Kegiatan ini sangat bermanfaat, karena di lain waktu kalau sudah bisa dapat membantu orang. Mudah-mudahan ilmunya nanti bisa menularkan ke yang lain,” ungkapnya. (mil/ono)