Laporan Investigasi Dana Hibah Kabupaten Pasuruan Di-Launching KPK

1856

Peluncuran buku itu sendiri ditandai dengan penyerahan buku secara simbolik oleh Atase Pers Kedutaan Besar Amerika Serikat, Rakesh Surampudi kepada keenam jurnalis penulis buku tersebut. Buku setebal 195 halaman itu merupakan hasil kerjasama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jember bersama Kedutaan Besar Amerika.

Diantara laporan tersebut, investigasi WartaBromo berjudul ‘Dana Hibah Kabupaten Pasuruan Rawan Masalah’ juga dinobatkan sebagai laporan terbaik. Dimana, dalam laporan ini, WartaBromo banyak mengupas temuannya tentang sejumlah penerima hibah yang dinilai belum memenuhi syarat.

Baca : Dana Hibah Kabupaten Pasuruan Rawan Masalah

Menutup diskusi tersebut, Direktur Eksekutif Jaring, Eni Mulia mendorong perusahaan media untuk lebih aktif mencegah korupsi. Utamanya kepada media lokal agar lebih aktif ikut mengawasi penggunaan dana desa. “Korupsi jamak terjadi sejak tahap penyusunan. Media harus bisa mengawasi sejak tahap itu dalam rangka pencegahan,” jelas Eni.

Eni menyadari, menghadapi tahun politik, tantangan kerja jurnalistik semakin berat. Usaha menyampaikan tindak kecurangan acapkali berhadap dengan ancaman pindana dengan dalih pelanggaran UU ITE. Karena itu, membangun kolaborasi antar media bisa menjadi salah satu solusinya.

Kolaborasi media, kata Eni, merupakan jawaban untuk menghindari berbagai tekanan. Selain itu, kolaborasi juga bisa menjadi media bagi jurnalis untuk saling mengasah keterampilan. Dengan begitu, karya jurnalistik yang dibuat juga akan ditampilan secara proporsional dan bisa diterima khalayak.

Yang menarik, selain mengungkap hasil investigasi enam jurnalis, buku setebal 195 halaman ini juga dilengkapi dengan panduan peliputan investigasi. Panduan tersebut bisa menjadi rujukan bagi jurnalis lain ketika melakukan investigasi. (*)