Songsong Revolusi 4.0, AMSI: Indonesia Harus jadi Pemain Utama

489
Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) berencana menggelar serangkaian kegiatan merespon tantangan revolusi digital 4.0. (Foto: istimewa)

Jakarta (wartabromo.com) – Revolusi Digital 4.0 merupakan keniscayaan. Indonesia kemudian didorong menjadi pemain utama, setidaknya menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Penegasan itu disampaikan Wenseslaus Manggut, Ketua Umum AMSI, dalam jumpa pers menjelang Konferensi dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) AMSI di Jakarta.

Menurutnya, berkenaan revolusi digital 4.0 Indonesia masih banyak lubang dan kedodoran, terutama dari sisi regulasi. Hal itu berpengaruh pada perkembangan bisnis, sumber daya manusia, maupun teknologi.

Itulah kemudian, seluruh komponen harus melakukan upaya strategis merespon tantangan revolusi digital 4.0, terutama di bidang media siber dan bisnis digiital.

“Kita sudah sekitar seperempat abad mengenal media siber, sehingga kita sudah saatnya menjadi pemain utama,” ujar Wens, panggilan akrabnya, Rabu (27/2/2019).

Dilanjutkan, menjadi pemain utama tak hanya sekadar mampu menguasai bisnis perusahaan global, namun kalah dalam persaingan di level domestik. Artinya, soal revolusi 4.0, Indonesia harus bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tak terlibas perkembangan.

“Juga menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Tidak hanya sekadar pasar empuk bisnis perusahaan global. Kita tidak sedang mencari siapa yang salah, tapi kita mencoba mencari jalan terbaik,” tandas Wens.

Sekedar diketahui, AMSI akan menggelar serangkaian kegiatan menrespon tantangan revolusi digital 4.0 khususnya di bidang media siber dan bisnis digiital.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari mulai Kamis, 28 Februari hingga Sabtu, 2 Maret 2019.

Kegiatan yang digelar adalah pelatihan meningkatkan traffic (pengunjung) dan monetizing konten media siber melalui Facebook pada Kamis, 28 Februari 2019. Lanjut konferensi IDMC (Indonesian Digital Media Conference) pada Jumat, 1 Maret 2019. Diakhiri dengan Rrakernas pertama AMSI, pada Sabtu, 2 Maret 2019.

Konferensi dan Rakernas dinilai menjadi ruang strategis dari 200 lebih perusahaan media siber Indonesia yang menjadi anggota AMSI. Kesempatan ini bisa digunakan saling belajar, berlatih, mencari inspirasi dan rekomendasi dari berbagai stakeholder dalam meningkatkan kualitas dan pengembangan bisnis media digital di Indonesia.

Sementara itu, ketua panitia Konferensi dan Rakernas AMSI, Machroni Kusuma menjelaskan, IDMC akan menghadirkan sejumlah pembicara baik dari internal anggota AMSI, regulator media, pemerintah, pelaku bisnis start up dan media digital, hingga pakar media dan akademisi.

Mengambil tema masa depan media multiplatform, penyedia konten, bisnis dan etika, Konferensi akan digelar Jumat, 1 Maret 2019 di Gedung Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta.

Pada sesi pertama, akan menghadirkan pembicara antara lain: Menteri Keuangan Sri Mulyani (Keynoted Speakers); Rudiantara Menteri Komunikasi dan Informasi; Yosep Adi Prasetyo, Ketua Dewan Pers.

Dari praktisi media massa, bakal jadi pembicara Ahmad Aditya, Direktur Mahaka Media; Ninuk Mardiana Pambudy, Pemimpin Redaksi Harian Kompas;, Meidyatama Suryodiningratz Presiden Direktur LKBN Antara; dan Nezar Patria, Pemimpin Redaksi The Jakarta Post.

Pada sesi kedua, sepertinya akan semakin seru menghadirkan pembicara Prof. Dr. Rhenald Kasali, Guru Besar Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia; Jason Tedjasukmana, Head of Corporate Communications, Google Indonesia; Willson Cuaca, Co-Founder East Vetures; Anthony Wonsono, COO BeritaSatu Media Holdings; dan Iin Yumiyanti, Wakil Direktur Konten PT Trans Digital Media.

“Rangkaian kegiatan ini akan kami tutup dengan rakernas, pada Sabtu 2 Maret. Ini adalah forum resmi organisasi untuk mendalami masukan, kritik, dan pandangan berbagai pihak yang berkembang dalam konferensi,” kata Machroni Kusuma.

Gelaran ini oleh Machroni diharapkan mampu menjadi bahan program kerja internal AMSI dan rekomendasi kepada berbagai pihak, macam pelaku bisnis media siber, masyarakat, jurnalis, dan regulator.

Kepala Perpustakaan Nasional Indonesia, Syarif Bando hadir dalam jumpa pers memberikan apresiasi. Menurutnya acara AMSI kali ini juga bagian mempromosikan budaya baca di era digital.

“Perpustakaan kita juga bergerak ke arah digital. Jadi kalau kita bisa bekerjasama dengan teman-teman media AMSI. Kita senang. Tugas kita sama-sama untuk meningkatkan literasi dan minat baca di era digital. Kami terbuka tempat ini untuk dipakai diskusi teman-teman media,” kata Syarif Bando.

AMSI dideklarasikan pada 18 April 2017, merupakan organisasi beranggotakan perusahaan media siber di Indonesia. AMSI lahir sebagai wadah untuk saling menguatkan dan membangun sinergitas antarpelaku bisnis perusahaan media siber di Indonesia. Saat ini anggota AMSI mencapai lebih dari 250 media siber, tersebar di 16 wilayah provinsi di Indonesia. (ono/ono)