193 Hari Menjabat, Tantri Mutasi 20 Pejabat Eselon II

1225

Probolinggo (wartabromo.com) – Belum genap 7 bulan menjabat Bupati Probolinggo, P. Tantriana Sari sudah 3 kali merombak susunan pejabat eselon II. Kali ini, sebanyak 4 orang pejabat eselon II digeser posisinya pada Jumat (5/4/2019).

Bertempat di obyek wisata Pantai Bahak di Dusun Bahak Desa Curah Dringu, Kecamatan Tongas, Bupati Tantri mengambil sumpah 43 pejabat Eselon II, III dan IV, serta 288 CPNS. Dari sekian pejabat itu, ada 4 pejabat eselon II yang dimutasi ke dinas lain. Yakni posisi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dari Prijono kepada Rachmad Waluyo. Selanjutnya Prijono akan mengisi posisi baru sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan. Posisi ini sebelumnya diisi oleh Dony Adianto yang kini pensiun.

Sementara posisi Rachmad sebagai kepala DLH digantikan oleh Ahmad Hasyim Ashari. Hasyim sebelumnya merupakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dan digantikan oleh Nanang Trijoko Suhartono. Dengan berpindahnya Nanang Trijoko Suhartono, maka posisi Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro untuk sementara kosong dan akan diisi oleh pelaksana tugas (Plt).

Mutasi pejabat eselon II ini, merupakan yang ketiga kalinya sejak Tantri menggenggam kembali tampuk kekuasaan di Kabupaten Probolinggo pada 24 September 2018 lalu.

Sebelumnya mutasi dilakukan pada Kamis (27/12/2018) di Pantai Bentar Desa Curah Sawo, Kecamatan Gending. Saat itu, ada 15 pejabat eselon II yang digeser. Mutasi kedua dilakukan di Ranu Segaran, Desa Segaran, Kecamatan Tiris pada Jumat (1/2/2019), saat itu ada 1 pejabat eselon II yang dimutasi. Artinya selama 193 hari sejak dilantik sebagai Bupati Probolinggo periode kedua, Tantri sudah 3 kali merombak pejabatnya. Dengan melibatkan 20 pejabat eselon II berpindah posisi.

Terkait perombakan struktur organisasi itu, Tantri menyebutnya sebagai hal yang biasa. Dimana setiap ASN dituntut untuk mengembangkan diri untuk meningkatkan kompetensi diri. Baik melalui pelatihan teknis, seminar dan lain-lain di dalam menuju ASN profesional. Sehingga tugas yang menjadi tanggung jawab dapat dicapai dengan hasil maksimal.

“Mutasi dilakukan karena tuntutan organisasi yang terus berkembang dan organisasi harus terus dinamis. Perlu saya mengingatkan bahwa jabatan yang saudara emban ini, merupakan sebuah amanah dan bentuk kepercayaan pimpinan yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Dengan kekosongan kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, maka kini ada 6 pejabat eselon II yang kosong. Sebelumnya sudah ada 5 jabatan yang dipegang Plt. Yakni Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi; Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan. Kemudian Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian;Badan Kesatuan Bangsa dan Politik; serta direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan. (saw/saw)