Simulasikan Coblosan, KPU Kabupaten Pasuruan Ajak Warga Tak Golput

531
Irsyad Yusuf, Bupati Pasuruan menunjukkan kelingking tanda telah mencoblos dalam simulasi pemungutan suara oleh KPU, Senin (8/4/2019).

Wonorejo (wartabromo.com) – KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Pasuruan lakukan simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS (Tempat Pemungutan Suara) Pemilu 2019. Gelaran dimaksudkan memperkuat pemahaman tata cara pencoblosan kepada jajaran penyelenggara, serta ajakan untuk gunakan hak pilih.

Simulasi digelar di Lapangan Kantor Kecamatan Wonorejo, Senin (08/04/2019), disaksikan Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, para Komisioner KPU Kabupaten Pasuruan, dan ratusan warga turut dalam simulasi.

Komisioner KPU Kabupaten Pasuruan, Winaryo Sujoko menjelaskan, ada 262 warga dilibatkan. Mereka adalah yang sudah masuk dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap), berperan sebagai pemilih sekaligus ada yang bertugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Selain di tingkat TPS, beberapa lainnya juga menjadi petugas PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan PPS (Panitia Pemungutan Suara).

“Banyak warga yang kita libatkan, khususnya para PPK hingga PPS. Karena kita ingin agar mereka betul-betul memahami bagaimana proses pencoblosan hingga penghitungan suara dalam pemilu kali ini,” katanya.

Dengan simulasi, Winaryo mengingatkan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019.

“Jangan lupa gunakan hak pilih Anda, silakan cek apakah sudah terdaftar namanya di dalam daftar pemilih tetap atau belum,” ujar Winaryo mengingatkan.

Jika warga masih mendapati belum masuk dalam daftar pemilih, menurutnya harus segera melapor sehingga hak pilih, yang merupakan hak konstitusional ini dapat digunakan dengan baik.

Pada simulasi, KPU mengganti nama partai politik maupun nama peserta Pemilu 2019 dengan gambar buah-buahan dan sayur. Latihan nyoblos juga ditunjukkan pada penyandang disabilitas, lansia dan masyarakat yang lain.

Ditegaskan Winaryo, yang terpenting adalah bagaimana supaya masyarakat dapat memahami tata cara pencoblosan dengan baik dan benar.

“Karena Pemilu 2019 sangat berbeda. Ada 5 kertas suara yang harus dicoblos dengan warna yang berbeda,” imbuh Winaryo.

Gus Irsyad, panggilan akrab Bupati Pasuruan, yang juga menjadi lakon dalam simulasi kali ini, memperagakan bagaimana cara mencoblos sesuai aturan. Hal tak terduga kemudian dilakukannya, yang tiba-tiba memekikkan kalimat agar jangan sampai ada yang “Golput” dalam Pemilu 2019.

“Saya mengingatkan agar semua masyarakat Kabupaten berbondong-bondong datang ke TPS untuk mencoblos. Jangan golput, karena ini pesta kita yang harus kita sukseskan sama-sama,” ungkap Irsyad, sesaat setelah simulasi. (mil/ono)