Ada 2 Titik Rawan di Wilayah Polres Probolinggo Kota

0
617

Probolinggo (wartabromo.com) – Dua desa/kelurahan di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota, menjadi perhatian khusus aparat keamanan. Pada dua titik itu dinilai berpontensi terjadi konflik antar pendukung Caleg maupun Capres-Cawapres pada Pemilu 2019.

Dua titik rawan itu adalah Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo dan Pulau/Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. “Untuk daerah rawan yaitu Kelurahan Mayangan dan Gili Ketapang, kami tambahkan pengamanannya,” kata Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal, seusai melaksanakan Apel gelar pergeseran pasukan pada Senin (15/4/2019).

Ada beberapa hal yang mendasari polisi menetapkan kedua wilayah itu, sebagai daerah rawan konflik. Kelurahan Mayangan misalnya, pada Pilkada 2013 pernah terjadi kerusuhan antar pendukung paslon. Saat ini, ada 7.705 warga Kelurahan Mayangan yang masuk DPT. Mereka akan menggunakan hak pilihnya di 29 TPS.

Untuk itu, setiap TPS akan dijaga 1 personil polisi dan 10 Linmas.
Sementara di Pulau/Desa Gili Ketapang, ada 25 TPS. Di pulau terluar Kabupaten Probolinggo itu, ada 6.417 warga yang masuk DPT. Sehingga untuk pengamanannya, Polres Probolinggo Kota menugaskan 10 personil yang dipimpin oleh 1 perwira.

“Pulau Gili cukup banyak penduduknya dan ada 3 Caleg dari ini. Sehingga keamanan untuk daerah tersebut diperketat,” ujar Alfian.

Dalam Pemilu 2019 ini, Polresta menyiapkan 1.865 personil gabungan. Rinciannya 371 personil Polresta Probolinggo, 100 personil , 5 Denpom, 97 Brimob dan 1,292 Linmas. Mereka disiapkan untuk mengamankan 606 TPS di Kota Probolinggo dan 512 TPS di Kabupaten Probolinggo.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin mengatakan ia yakin masyarakat Kota Probolinggo bisa saling menjaga keamanan dan kenyamanan sesama. “Masyarakat dapat berfikir secara dewasa. Dengan dibantu keamanan dari TNI-Polri juga Linmas yang tahu kondisi wilayahnya, maka Pemilu serentak 2019 ini akan aman dan damai,” tuturnya. (fng/saw)