KEIN Gandeng Pesantren Kembangkan Industri 4.0

681

Probolinggo (wartabromo.com) – Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Republik Indonesia merangkul kalangan pondok pesantren untuk mengoptimalkan perekonomian bangsa. Hal itu sebagai upaya mempersiapkan tunas muda dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0.

Ketua KEIN, Soetrisno Bachir mengungkapkan langkah menggandeng kalangan pesantren diharapkan mampu menjadi salah satu pembangkit percepatan ekonomi nasional. Sebab langkah aktif generasi milenial sangat penting untuk menyongsong revolusi industri 4.0. Sebagai target pembangunan ekonomi pada Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Bagaimana saat ini mensinergikan antara pesantren dengan pemerintah. Dampaknya akan luar biasa dan hal itu tidak dilakukan sebelumnya. Jika ini diprogramkan dengan pemerintah, akan lebih baik lagi,” kata Soetrisno Bachir di hadapan ribuan santri Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong, pada Minggu siang (28/4/2019).

Ia mengatakan bahwa sinergi antara pesantren dan pemerintah akan memiliki dampak luar biasa. Jika usaha mandiri pesantren diprogramkan bersama pemerintah. Contoh, yang semula omzetnya hanya berkisar antara Rp 10 miliar, jika diprogramkan bisa menjadi Rp 100 miliar.

“Bila disini di Ponpes omzetnya para santri sekitar 10 miliar, maka bila sudah di Jakarta akan bisa berlipat seperti halnya menjadi 100 miliar. Hal itu tentunya bisa memberikan dampak pertumbuhan ekonomi signifikan. Bagi masyarakat, utamanya Probolinggo,” ungkap mantan Ketum PAN ini.

Lebih lanjut, Soetrisno Bachir berharap, Ponpes Zainul Hasan Genggong bisa menjadi pusat ekonomi keummatan. Hal ini akan menjadi contoh untuk pesantren lain di seluruh Indonesia. Saat ini, pertumbuhan ekonomi nasional masih berkisar antara 5 persen.

“Dengan adanya penguatan ekonomi santri, diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional sampai 7 hingga 8 persen. Keadaan itu bisa tercapai jika seluruh pesantren yang ada di Indonesia, juga menerapkan sistem ekonomi santri. Guna menjawab tantangan revolusi industri 4.0,” tandasnya.

Sementara itu, pengasuh PZH Genggong KH. Moh. Mutawakkil Alallah, berharap ekonomi santri diprogrankan Presiden Joko Widodo bisa dialokasikan. Hal itu untuk membuktikan bahwa seorang santri itu bisa mengelola dan memajukan perekonomian.

“Ya semoga dengan adanya pak Bachir, usulan Ekonomi santri ini dapat tersampaikan pada pak Jokowi. Santri itu tidak hanya menguasai ilmu agama, namun juga mengusai ilmu sosial seperti perekonomian. Di Ponpes ini kami banyak mempunyai omset, seperti kita punya mangga yang luasnya sekitar 60 hektar. Dan santri ini banyak yang memiliki keahlian seperti membuat produk kerajianan dari produk kerajinan konsumsi sampai kerajinan tangan,” tuturnya. (fng/saw)