Ada Pedet Belgian Blue di Loka Penelitian Sapi Grati

0
2598

Grati (WartaBromo) – Loka Penelitian Sapi Potong di Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, kembangkan sapi Belgian Blue (BB). Sapi yang mempunyai karkas 20% lebih banyak tersebut dilahirkan melalui proses Inseminasi Buatan (IB).

Dicky Pamungkas, Kepala Loka Penelitian Sapi Potong mengatakan, saat ini sudah ada seekor pedet jantan dengan material genetik breed Belgian Blue yang lahir pada 8 maret 2019 lalu.

Anak sapi tersebut merupakan pedet Belgian Blue hasil IB dengan akseptor sapi peranakan ongole (PO). Sehingga pihak Loka memberi nama sapi ini dengan sebutan POBB (Peranakan Ongole Belgian Blue).

Pedet ini lahir secara normal dengan berat 37 kg; tinggi depan (TD) 75 cm; tinggi belakang (TB) 81 cm; lingkar dada (LD) 75 cm; dan panjang badan (PB) 68 cm.

“Saat ini sudah berada di kandang bersama dengan induknya,” kata Dicky di sela mengawasi proses feeding sapi-sapi di bagian belakang Loka sapi tersebut.

Dijelaskan, IB dilakukan dengan menggunakan semaian beku sapi BB yang diimpor dari Belgia pada tahun 2018 sebanyak 1.000 straw. Dengan semaian beku BB diharapkan dihasilkan keturunan memiliki komposisi darah BB mencapai 75%.

Sebenarnya, pengembangan sapi BB di Indonesia, termasuk di Loka Penelitian Sapi Potong telah dilakukan melalui dua cara, yakni teknologi IB dan TE (transfer embrio). Teknologi TE dilakukan dengan menggunakan embrio yang berasal dari Belgia. Hanya saja, dari 25 straw embrio, semuanya masih belum berhasil dikembangkan.

“Agak kesulitan, ketika ada faktor migrasi bertemuanya embrio dengan organ internal sapi PO, kurang bisa match dari 25 straw embrio, masih belum terjadi kebuntingan. Kalaupun berhasil, 80% fisik sudah mirip tetuanya, termasuk bobot daging yang bisa mencapai 2 ton ketika sudah dewasa,” terang Dicky.

Saat ini sudah ada 6 betina indukan tengah bunting. Diperkirakan, bulan Juni mendatang akan ada kelahiran kembali.

“Dari hasil IB, pedet ini punya ciri-ciri warna belang cokelat plus bintik-bintik putih, 50% pengaruh dari induk dan straw 50% dari pejantan. Semoga terus berkembang, karena per harinya naik 1 kg,” jelasnya.

Pengembangan sapi Belgian ini merupakan program Kementerian Pertanian. Ditujukan untuk mendongkrak produksi daging di dalam negeri serta mendukung Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (UPSUS SIWAB). Ada 11 UPT jadi lokasi pengembangan, salah satunya di Loka Penelitian Sapi Potong yang ada di Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. (mil/ono)