Semangat Waisak di Kelenteng Sumber Naga setelah Terbakar

0
535
Umat Buddha Probolinggo terlihat khidmat rayakan hari Waisak di Kelenteng Sumber Naga, Minggu (19/5/2019) malam. Perayaan Waisak tahun ini dijalani dalam keprihatinan, karena tempat ibadah mereka terbakar.

Probolinggo (wartabromo.com) – Kelenteng Sumber Naga hangus dilalap sijago merah pada Jum’at malam. Namun demikian, kondisi itu tak mengurangi kekhidmatan umat Buddha beribadah pada Hari Raya Waisak, Minggu (19/05/2019) malam.

Salah satu jemaat muda Viola Agustin (15) mengungkapkan, ibadahnya kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebabnya, kelenteng di Jalan WR Supratman, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo itu terbakar. Tentu saja, bersama jemaat lainnya, ia sembahyang di antara puing maupun tembok bangunan hangus terbakar.

Meski di tengah keprihatinan, Viola mengungkapkan tetap mendapatkan semangat Waisak, seperti yang diajarkan Buddha.

“Meski tempat ibadah kebakar, kami harus tetap khusu’ beribadah. Sedih sebenarnya, tapi kita harus tetap menjalani,” ungkapnya.

Ketua Kelenteng, Adi Sutanto Saputro menjelaskan, peringatan hari Tri Suci Waisak bukan hanya sekadar diadakan ritual Waisak untuk berdoa dan memohon saja.

Ia menegaskan, umat Buddha harus menyadari hakikat kebuddhaan dan menyerapnya, berjuang untuk kembangkan hati Buddha dan potensi kebuddhaan dalam diri masing-masing umat.

“Kami mengajak umat Buddha pada Waisak tahun ini untuk menambah level objek umat Buddha dengan menjaga perbuatan menjadi baik sesuai dengan ajaran Guru Agung Sang Buddha Gautama. Meski tempat ibadah tengah ada musibah tetap semangat beribadah ke depan, juga kekhusu’an dalam beribadah harus tetap terjaga,” ungkapnya panjang lebar.

Diketahui, kelenteng Sumber Naga dilalap sijago merah, diduga gara-gara api lilin mengenai spanduk. Api tanpa disadari membesar dan menjalar hingga meluluhlantakkan bangunan tempat peribadatan itu. Peristiwa menjelang hari Waisak itu membuat sejumlah patung Dewa rusak dan secara keseluruhan pihak kelenteng menderita kerugian mencapai miliaran rupiah. (fng/ono)