Ketika Warga Lereng Arjuno di Prigen Menggelar Sedekah Bumi

21

Prigen (WartaBromo.com) – Warga lereng Gunung Arjuno, tepatnya di Lingkungan Rekesan, Kelurahan/Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, menggelar tradisi sedekah bumi, Minggu (14/6/2026). Pesta rakyat dua tahunan itu sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus upaya melestarikan warisan budaya leluhur.

Meski puncak acara digelar pada Minggu pagi, rangkaian prosesi Sedekah Bumi telah dimulai sejak sehari sebelumnya.

Prosesi diawali dengan arak-arakan ancak yang mengelilingi Lingkungan Rekesan. Ancak-ancak tersebut berisi hasil bumi, jajanan pasar, lauk-pauk berbahan dasar daging sapi dan ayam, serta berbagai kebutuhan pokok. Beragam hiasan turut mempercantik ancak, mulai dari replika hewan ternak, bangunan candi, hingga ornamen unik yang menarik perhatian masyarakat.

Pawai ancak diikuti ratusan warga dari tiga RT di lingkungan RW 05 Rekesan. Kegiatan itu semakin meriah dengan penampilan kesenian tradisional bantengan yang mengiringi jalannya arak-arakan menuju lapangan di depan balai RW.

Sesuai tradisi, seluruh hasil bumi, makanan, aneka kue, dan bahan pokok yang dibawa dalam ancak tidak hanya dibagikan kepada warga setempat, tetapi juga kepada masyarakat umum dan pengunjung dari luar desa secara gratis.

Selain menggelar doa bersama yang dipimpin para sesepuh kampung, warga juga menyembelih sapi hasil swadaya warga. Penyembelihan tersebut menjadi simbol ungkapan syukur atas kebahagiaan, kesehatan, kedamaian, dan rezeki selama ini.

Ketua RW 05 Rekesan, Subagyo, mengatakan, sedekah bumi sudah menjadi tradisi masyarakat sebagai bentuk rasa syukur sekaligus sarana mempererat kerukunan warga.

“Alhamdulillah, melalui Sedekah Bumi kita berharap seluruh warga Rekesan semakin guyub rukun, seger waras, dan selalu bahagia,” ujar Subagyo.

Warga terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah tersebut. Salah seorang warga, Levina, menilai tradisi Sedekah Bumi menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan dengan warga lainnya.

“Senang rasanya bisa melihat kebersamaan dan kebahagiaan warga sambil menyaksikan arak-arakan ancak dan pertunjukan kesenian bantengan,” katanya.

Melalui tradisi ini, warga berharap nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, serta pelestarian budaya lokal dapat terus terjaga dan terwariskan kepada generasi mendatang. (fir/asd)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.