Kapolres Sebut Suroso Tak Terlibat Dalam Kasus Pembunuhan

7084

Probolinggo (wartabromo.com) – Benang merah kasus pembunuhan, dipicu aksi bleyer di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, terurai sudah. Polres Probolinggo Kota menetapkan dua pelaku saja, dalam kasus pembunuhan terhadap Fahrur Rozi ini. Sementara Suroso disebut tak terlibat dalam kasus itu.

Polres Probolinggo Kota merilis 2 pelaku pembunuhan jelang Idul Fitri, Senin (10/6/2019) siang. Kedua pelaku pembunuhan adalah Syahriful Munir atau Munir (18), warga Desa Tongas Wetan dan Aik Fauzi Purnama Dani alias Ayik (21), warga Desa Tongas Kulon, Kecamatan Tongas. Dalam aksi berdarah itu, Munir bertindak selaku eksekutor. Sedangkan Ayik bertugas mengemudikan sepeda motor.

Polisi mengamankan beberapa barang bukti pembunuhan. Mulai dari celurit, pakaian korban dan pelaku. Hingga sepeda motor yang digunakan sata membunuh korban. “Dalam kasus ini, Suroso sama sekali tidak terlibat pembunuhan. Karena inisiatif untuk membalas dendam murni dari Munir yang tak terima karena Bahrul (anggota kelompok, red) sempat dihajar warga,” ujar Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal, Senin (10/6/2019).

Kapolres kemudian menjelaskan secara detail kronologis peristiwa berdarah itu. Dimana sesaat sebelum aksi pembunuhan, kedua pelaku pesta miras jenis arak, dengan tujuh rekannya. Yakni Suroso, Iwan, Imron, Dayat, Dadang, Mistar dan Edy. Keduanya datang saat pesta miras tengah berlangsung, Selasa (5/6/2019) malam.
Selanjutnya sembilan orang ini keliling menggunakan empat sepeda motor, menuju sekitar SPBU Tongas. Di SPBU mereka bertemu dengan Bahrul, yang tak lain adalah saudara Munir, tengah berduaan dengan kekasihnya.

Sesampai di pertigaan Tongas – Lumbang, Imron membunyikan knalpot kendaraan kencang-kencang atau mbleyer. Mereka kemudian dihentikan warga setempat dan diperingatkan. Cekcok mulut terjadi, bahkan Bahrul dihajar oleh warga setempat.

Tindakan warga mengeroyok Bahrul itu membuat Munir naik pitam. Sebab Bahrul sampai pingsan karena dikeroyok itu. Emosi Munir memuncak, karena masih berada di bawah pengaruh alkohol.
Sejurus kemudian, Munir pulang untuk mengambil celurit. Lalu kembali ke lokasi bentrok pertama bersama Ayik, dengan maksud membalas perlakuan warga pada Bahrul.

Di saat itulah Munir melihat korban Fahrur Rozi dan menyabetnya dengan celurit. Korban tewas dengan luka bacok di dada.
“Namun warga juga sempat mencurigai Suroso, sebagai dalang pembunuhan. Karena tindakannya yang meresahkan dan terlibat cekcok dengan warga sesaat pasca aksi bleyer terjadi,” terang lelaki berdarah blasteran Madura Belanda ini.

Warga yang geram, akhirnya melurug rumah Suroso (27) warga Dusun Kapasan, Desa Tongas Wetan, pada Jumat (7/6/2019) malam. Lantaran mengira Suroso sebagai otak pelaku pembunuhan. (lai/saw)