Menyelami Sejarah Tengger (2)

1334
umat Hindu Suku Tengger di lereng Gunung Bromo, Kamis (21/07/2016) dini hari, gelar ritual agung perayaan Yadnya Kasada. Upacara budaya tahunan ini, tidak hanya melarung sesaji ke kawah. (Foto: Sundari/wartabromo.com)

Seperti perlengkapan perayaan upacara yang biasa dipakai dukun pandhita, sama dengan yang dipakai para pandhita Hindu di zaman Majapahit silam.

Baca: Menyelami Sejarah Tengger (1)

Termasuk juga mantra-mantra atau doa yang dipanjatkan dalam gelaran kegiatan.
Di mana dalam rapalan doa, para dukun banyak menggunakan istilah-istilah yang jamak dipakai dalam agama Hindu.
Seperti Betoro Geni (Brahma); Betoro Banyu (Dewa Wisnu); hingga Betoro Angin (Dewa Siwa).

Sejak saat itulah, Hindu disepakati sebagai agama masyarakat Tengger. (*) ke halaman awal