Pabrik Rokok Apache Lakukan PHK Massal, Karyawan Ini Ungkap Alasannya

33033

Pasuruan (WartaBromo.com) – PT. Karya Dibya Mahardika (KDM) di Pasuruan PHK (pemutusan hubungan kerja) ratusan karyawan. Penurunan produksi, jadi salah satu biang pabrik rokok merek Apache itu ambil kebijakan tersebut.

PHK massal karyawan pabrik milik Japan Tobacco ini mengemuka pada Senin, 3 Februari 2020 kemarin.

Dari informasi, ada sekitar 800 sampai 900 pekerja diberhentikan. Mereka sebelumnya bekerja pada pabrik PT KDM yang ada di Pandaan dan Purwosari.

Saat itu, suasana haru terlihat di balik pagar bangunan pabrik yang berada di Pandaan. Dua pekerja perempuan, bahkan harus diberikan perawatan medis, karena pingsan.

Kasus PHK massal sebelumnya juga terjadi pada karyawan PT Sumber Bening Lestari Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Pabrik air mineral merek Flow ini memberhentikan 132 karyawan, ujung dari perkara status WhatsApp seorang karyawan bernama Doni.

Baca Juga :   Dielukan di Pasuruan dan Probolinggo, Ini Jurus Jitu Tim Cobra Ungkap Kejahatan

Tapi, persoalan PHK pabrik rokok Apache ini sepertinya berbeda dengan Flow.

Seorang pekerja perempuan mengungkapkan, bila produksi Apache dalam beberapa waktu terakhir mengalami penurunan.

Meski tak menyebutnya secara tegas, masalah penurunan produktivitas itu, menggambarkan alasan, manajemen Apache di Pasuruan melakukan efisiensi.

Belum lagi kewajiban pemberian upah minimum di Kabupaten Pasuruan sebesar Rp4 juta lebih, yang harus dipenuhi pabrikan rokok ini.

“Memang produksinya menurun. Jadi tidak sebanding dengan kenaikan UMK,” ungkap perempuan berkerudung itu saat ditemui di depan pabrik.

Ia, pada Senin pagi itu harus menahan tangis karena masuk dalam daftar PHK. Meski demikian ia mengaku pasrah, menerima keputusan tersebut.

“Ya kaget. Tahu-tahu pas sampai pabrik, dikasih surat PHK itu,” katanya.

Baca Juga :   8 Tahun Wartabromo, Gelar Nobar dan Berbagi Bersama Anak Yatim Piatu se Pasuruan

Sampai sejauh ini belum ada penjelasan disampaikan manajemen KDM. Berkali mencoba mendapatkan konfirmasi, tetap saja terganjal.

Satu-satunya nomor kontak yang didapatkan WartaBromo sebatas nomor call center. Saat dihubungi pada Selasa (4/2/2020) siang, suara di balik telepon, kemudian meminta untuk menjadwalkan agenda bertemu dengan pihak manajemen.

Hal itu sama dengan pernyataan seorang sekuriti, Senin kemarin, yang mengarahkan untuk membuat jadwal, bila ingin meminta keterangan pihak manajemen.

Baca juga : PHK Ratusan Karyawan, Ini Sekilas Riwayat Pabrik Rokok Apache

Ratusan Karyawan Apache Di-PHK, Disnaker Belum Dapat Laporan

Pabrik Rokok Apache PHK Ratusan Karyawan

Sekadar catatan, kebijakan efisiensi Japan Tobacco PHK di dua pabrik itu, tidak hanya menimpa karyawan bagian produksi. Staf dan personel manajemen juga tak luput terkena pemutusan hubungan kerja. (nul/ono)

Baca Juga :   Truk Angkut Alat Berat Harus Dikawal