Pasien Covid-19 di Lumajang yang Sembuh, Meninggal Dunia hingga Warga Keluhkan Pelayanan Puskesmas Wonorejo | Koran Online 18 April

1750
Proses pemulangan AZ, pasien positif Covid 19 yang dinyatakan sembuh.

Beragam peristiwa kami sajikan pada 17 April 2020 melalui laman media online wartabromo. Ragam berita menarik kini kami rangkum untuk kembali anda baca dalam koran online edisi Sabtu (18/04/2020). Mulai Pasien Covid-19 di Lumajang yang Sembuh, Meninggal Dunia hingga Warga Keluhkan Pelayanan Puskesmas Wonorejo :

  1. Setelah 2 Kali Swab dan Sembuh, Pasien Covid-19 asal Lumajang Meninggal Dunia

Lumajang (WartaBromo.com) – Seorang pasien Covid-19 asal Lumajang yang dinyatakan sembuh, meninggal dunia. Ia meninggal setelah menjalani proses isolasi di rumah selama 2 hari.

AZ (26) warga Kecamatan Randuagung, Lumajang dinyatakan sembuh pada 15 April lalu. Ia kemudian dipulangkan dari RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk menjalani isolasi mandiri selama 7 hari. Simak Selengkapnya.

  1. Warga Keluhkan Pelayanan Puskesmas Wonorejo, Begini Penjelasan Gugus Covid-19

Pasuruan (WartaBromo.com) – Seorang warga asal Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan keluhkan pelayanan Puskesmas di sosial media yang dinilai tak tanggap. Gugus Tugas Penanganan Covid-19 akhirnya angkat bicara terkait keluhan ini.

Mulanya, pria dengan nama Facebook Paijo ini menuliskan curhatan di Facebook pada Kamis (16/04/2020) malam. Simak Selengkapnya.

  1. Gunung Semeru Gugurkan Awan Panas Sejauh 2 Kilometer

Lumajang (WartaBromo.com) – Gunung Semeru semburkan awan panas sejauh 2.000 meter pada Jumat (17/4/2020). Guguran awan panas ini ke arah Besuk Bang.

Berdasarkan data dari Magma Indonesia Kementerian ESDM, selama periode 1-16 April 2020, aktivitas di gunung semeru didominasi dengan guguran lava dan erupsi tidak menerus. Erupsi ini menghasilkan kolom dengan warna kelabu setingi 400-600 meter. Namun, jika tak terjadi erusi, ada hembusan gas dari kawah Jongging Seloko berwarna putih. Simak Selengkapnya.

  1. Belajar di Rumah Siswa Kota Pasuruan Diperpanjang hingga 1 Juni 2020

Pasuruan (WartaBromo.com) – Masa belajar di rumah untuk seluruh pelajar di Kota Pasuruan diperpanjang hingga 1 Juni 2020. Hal dikarenakan wabah corona yang masih mengancam.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kota Pasuruan Mualif Arif mengatakan pihaknya telah membuat surat edaran dan menyosialisasikan ke semua sekolah di Kota Pasuruan. Simak Selengkapnya.

  1. Mewakili Ningsih Tinampi, Surat Balasan untuk Asad Asnawi

SAYA yakin, Ningsih Tinampi tidak akan merasa perlu membalas surat terbuka Asad Asnawi melalui media ini. Sebab itu, tak ada salahnya jika saya mewakili Ningsih untuk menjawab surat tersebut.

Saya cukup paham dengan cara berpikir Mas Aad, begitu saya biasa menyapanya. Tapi, untuk urusan ini, Mas Aad keliru. Simak Selengkapnya.