Janur Ireng, Cerita Baru Penulis KKN di Desa Penari yang Tak Kalah Menyeramkan

10902

WartaBromo.com – Penulis KKN di Desa Penari, Simpleman kembali mengeluarkan cerita baru yang bikin pecinta horor deg-degan. Cerita ini bisa dibilang lebih menyeramkan ketimbang kisah KKN di Desa Penari.

Janur Ireng, kisah dari Simpleman ini menceritakan tentang perenggut nyawa sebuah keluarga kaya raya keturunan Kuncoro. Kisah ini sebenarkan prekuel dari cerita Sewu Dino yang melibatkan santet pemilik salah satu Rumah Makan terkenal di tanah Jawa.

Sinopsis Janur Ireng

Jika bolo warmo telah mengikuti alur Sewu Dino, cerita ini akan mudah saja terpahami. Singkat cerita, pada kisah Sewu Dino, ada seorang perempuan bernama Sri yang mencari pekerjaan. Ia kemudian diterima bekerja untuk membantu sebuah keluarga dengan bayaran yang fantastis.

Keanehan tampak karena pekerja yang diterima harus lahir pada Jumat Kliwon. Sri pun lolos dan bertugas memandikan seorang gadis keturunan keluarga Atmojo di sebuah rumah tua tengah hutan. Mbah Karsa, salah satu keluarga Atmojo yang juga pemilik rumah makan terkenal di Jawa terungkap jati dirinya.

Kisah ini mengungkap misteri santet Sewu Dino antara 2 keluarga kaya raya di tanah jawa. Keluarga Atmojo dan Kuncoro. Sewu Dino artinya santet ini membuat satu keluarga meninggal dalam 1000 hari. Baik yang disantet, maupun si penyantet itu sendiri.

Atmojo menghabisi keluarga Kuncoro dengan santetnya. Namun kemudian salah satu keluarga Kuncoro bisa menangkal santet ini dan mengorbankan satu anak keluarga Atmojo yang dirawat Sri.

Dalam cerita Janur Ireng ini terungkap kisah pembantaian keluarga Kuncoro hingga keturunan terakhirnya. Janur Ireng yang merenggut nyawa tersebut. Atmojo rupanya hanya sebagian kecil kisah berdarah yang ada dalam keluarga Kuncoro.

Tragedi keluarga Kuncoro jauh sebelum kisah dengan Atmojo satu persatu terkuak.

Mira, salah seorang wartawan turut membongkar kisah ini. Ia ikut terlibat setelah menemukan salah satu mayat di sebuah rumah tengah hutan. Mayat yang ditemukan bersila, tanpa kepala. Polisi kesulitan mencari penyebab meninggalnya lelaki ini. Sebab, jika lelaki ini ditebas kepalanya, mustahil bisa tetap bersila.

Mira kemudian didatangi seorang wanita, dan diberikan petunjuk tentang adanya Janur Ireng, pengait kisah ini semua. Mira diberi klue untuk mencari Bayu Suseno, salah satu kepercayaan keluarga Kuncoro yang sempat menghilang.

Di satu sisi, Sri juga ikut dihadapkan dengan hal baru. Pekerjaan yang menurutnya telah usai, nyatanya tak sepenuhnya berakhir. Saat Mira menemukan mayat, Sri diajak oleh Sugik untuk mengungkap pertarungan antara keluarga Atmojo dan Kuncoro. Sugik, sopir keluarga Kuncoro yang berkhianat dan terseret masuk ke keluarga Atmojo. Meski begitu, Ia tetap merasakan jadi tumbal dari kedua keluarga ini karena kedua anaknya meninggal dengan cara mengenaskan.

Kisah yang diklaim sebagai cerita nyata ini benar-benar beralur mencekam, dan banyak pertumpahan darah. Pastikan bolo warmo yang membaca mempersiapkan mental. Sebab, misteri yang diungkap cukup pelik, di samping melibatkan keluarga kaya raya dengan “pegangan” masing-masing.

Cerita Janur Ireng ini pun sudah diterbitkan dan bisa mulai disimak pembeliannya di beberapa toko online kesayangan bolo! (may/ono)