Ada Bilik Kangen di Ponpes Nurul Jadid, hingga Maling Motor di Mayangan Babak Belur | Koran Online 26 Okt

612

Beragam peristiwa kami sajikan pada 25 Oktober 2020 melalui laman media online WartaBromo. Ragam berita menarik kini kami rangkum untuk kembali anda baca dalam koran online edisi Senin (26/10/2020). Mulai dari ada bilik kangen di Ponpes Nurul Jadid, hingga maling motor di Mayangan babak belur.

1. Ada Bilik Kangen di Ponpes Nurul Jadid

Paiton (wartabromo.com) – Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid di Paiton, Kabupaten Probolinggo menyediakan bilik kangen bagi santri dan wali santri. Bilik ini dimaksudkan sebagai upaya beradaptasi dengan kebiasaan baru saat pandemi Covid-19.

KH. Moh Zuhri Zaini selaku pengasuh pesantren melarang wali santri berkunjung menemui santri atau putra-putrinya selama pandemi corona. Aturan itu berlaku bagi seluruhnya. Termasuk wali dari santri baru yang baru mondok. Baca Selengkapnya.

2. Baliho Gus Ipul Diduga Dirusak, Tim Pemenangan: Ada yang Mau Bikin Panas

Pasuruan (WartaBromo.com) – Atribut kampanye berupa baliho pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Adi Wibowo (Mas Adi) di sejumlah titik rusak.

Pihak parpol pengusung pun menduga peristiwa itu terjadi akibat ulah orang tak bertanggung jawab. Motifnya, membuat panas situasi pilwali. Baca Selengkapnya.

3. Maling Motor di Mayangan Babak Belur

Probolinggo (wartabromo.com) – Seorang maling di Kota Probolinggo nyaris tewas di tangan warga. Pelaku yang kabur berhasil dikejar dan menjadi bulan-bulanan warga.

Ratusan warga Jalan Merpati, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Mayangan mengepung rumah salah satu warga setempat. Di dalamnya ada seorang maling motor bernama Nur Holis (25), warga Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Pria ini sudah bonyok habis dipukuli oleh warga. Baca Selengkapnya.

4. Efisiensi Rekapitulasi Suara, KPU Bakal Pakai Aplikasi Baru

Pasuruan (WartaBromo.com) – KPU Kota Pasuruan akan memakai aplikasi baru pada saat proses penghitungan suara nanti. Aplikasi tersebut bernama Sirekap atau kepanjangan dari sistem informasi rekapitulasi.

Komisioner KPU Kota Pasuruan, Helmi menjelaskan, pada hari H pencoblosan tanggal 9 Desember 2020 nanti, akan ada 2 petugas KPPS yang ditugasi untuk memakai aplikasi tersebut. Baca Selengkapnya.