Douwes Dekker-Irawan Soejono, Duo Pahlawan Berdarah Pasuruan yang “Tertukar” (1)

2232

Sungguh disayangkan, di umurnya yang sudah tua, DD ikut ditangkap oleh Belanda dalam Agresi Militer II (19-20 Desember 1948). Juni 1949, ia dibebaskan, dan tinggal di Bandung sampai akhir hayatnya. Douwes Dekker meninggal pada 28 Agustus tahun 1950, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra Bandung, seperti dikutip dari situs perpustakaan nasional.

Sebelas tahun setelah ia tutup usia, Sukarno memberinya gelar Pahlawan Nasional. Seperti dikutip dari Tirto.id, Dekker ditetapkan sebagai pahlawan pada 9 November 1961, melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 590 tahun 1961. (Bersambung/asd)