PGN Terapkan Smart Utility untuk Tingkatkan Efisiensi Operasi dan Layanan Gas Bumi

971

 

Jakarta (Wartabromo.com) — Sebagai Subholding Gas dan bagian dari Holding Migas Pertamina yang mengelola 96% infrastruktur gas bumi, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menerapkan Smart Utility yang berkelanjutan. Penerapan utility berbasis teknologi ini juga ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan layanan gas bumi.

Saat ini, industri hilir pemanfaat gas belum tumbuh yang cukup sesuai ekspektasi karena kondisi pandemic COVID-19. Harga gas bumi juga belum sesuai dengan nilai keekonomian yang diharapkan. Namun demikian, manajemen mutu PGN masih tetap dilaksanakan berstandar ISO, baik sebelum maupun sesudah kondisi COVID-19. Yaitu menggunakan sistem digital.

BERBASIS TEKNOLOGI: Penerapan Utility berbasis teknologi ini untuk efisiensi operasional dan layanan gas bumi.

“Pada dasarnya, PGN menggunakan smart utility yang telah dimiliki dan dikembangkan untuk pengelolaan infrastruktur dan investasi dalam rangka memenuhi kebutuhan gas pelanggan di seluruh sektor,” ujar Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Redy Ferryanto dalam Webinar yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Elektro UI, (17/12/2020).

Baca Juga :   PGN Tuntaskan 8.150 Jargas Bumi di Probolinggo dan Pasuruan
BERBASIS TEKNOLOGI 4.0: Redy Ferryanto, Direktur infrastruktur dan teknologi PT PGN saat menjelaskan dalam Webinar yang digelar Departemen Teknik Elektro UI.

Redy menambahkan, Smart utility berbasis teknologi 4.0 layanannya cukup canggih dan andal untuk memastikan gas yang disalurkan terjaga kontinuitas, kuantitas dan kualitasnya.

Ia melanjutkan, berbagai platform teknologi yang dikembangkan oleh PGN dalam optimalisasi operasi fokusnya adalah untuk meningkatkan keandalan dan meningkatkan usia kerja infrastruktur.

“Perlu disadari bahwa banyak asset PGN yang sudah berusia cukup tua. Jaringan fiber optic kami yang digelar dari Jawa sampai Singapura merupakan salah satu nadi backbone smart utility PGN untuk terus me-maintenance dan mengelola asset transmisi kita yang selanjutnya diharapkan dapat dikembangkan di seluruh nusantara. Selain itu, juga harus kita kembangkan teknologi untuk me-maintenance infrastruktur pipa yang berada di tengah hutan atau di bawah laut dan sulit dijangkau dengan cara biasa,” imbuh Redy.

Baca Juga :   PGN Siap Laksanakan New Normal Scenario Pengelolaan Layanan Gas Bumi

Selain itu, penerapan teknologi 4.0 juga digiatkan untuk mengkonversi gas bumi, menyalurkan gas bumi tanpa menggunakan pipa, mengesplorasi sumber gas alternatif, serta menciptakan layanan maupun produk yang relevan dengan kebutuhan pelanggan.