Driver Ojol hingga Gubernur Jabar Ungkap Efek Setelah Divaksin Covid-19

1374

Jakarta (WartaBromo.com) – Sebelum vaksinasi serentak, Pemerintah melakukan uji klinis vaksin kepada relawan. Setelah divaksin, relawan mengaku hanya merasakan dampak ringan.

Fadly Barjadi, salah satu driver ojek online menceritakan pengalamannya pasca divaksin Covid-19. Sebelumnya, Ia mengaku jadi relawan supaya terhindar dari Covid-19.

“Karena saya itu kan pekerjaannya sebagai driver online, notabene harus bertemu dengan beberapa customer dan driver lain yang mungkin bisa berisiko terpapar Covid-19nya lebih besar,” ceritanya dalam tayangan Mata Najwa.

Fadly sempat merasa takut dengan vaksin baru ini. Ia kemudian bertanya-tanya dan melakukan pencarian di Internet tentang vaksin tersebut.

Hasilnya, Ia mendapat informasi jika vaksin sudah diuji di negara lain. Fadly kemudian mantap divaksin dan menyingkirkan keraguan. Bahkan pria berkaca mata ini mengaku jika satu keluarganya jadi relawan.

“Yang sudah divaksin itu saya, istri saya, adik ipar dan tiga kakaknya,” lanjutnya.

Dilanjutkan Fadly, proses vaksinasi seperti imunisasi pada umumnya. Efeknya pun kata Fadly secara fisik tidak ada.

“Kalau efek sih, enggak ada ya untuk demam dan pusing seperti itu enggak ada, mungkin pas waktu divaksin saya merasakan ngantuk yang lumayan hebat,” ujar Fadly.

Efek mengantuk dirasakan Fadly satu jam pasca divaksin. Sebelumnya Ia mengira jika ngantuk ini karena badannya terlalu lelah.

“Tapi pas waktu divaksin kedua, efeknya nggak jauh beda dengan saat divaksin pertama,” jawabnya.

Baca juga: Ketahui Efek Samping Vaksin Covid-19

Keluarga Fadly pun mengaku tak mendapatkan efek apapun. Mereka kemudian bisa beraktivitas normal seperti biasa.

Pengakuan berikutnya juga dilontarkan Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat. Ia mengaku merasakan efek mengantuk setelah divaksin Covid-19.

“Biasanya tidak pernah (mengantuk). Jadi dulu kekhawatiran ada bengkak ternyata tidak, kekhawatiran ada demam tidak juga, kekhawatiran badan berubah apalagi berubah menjadi warna hijau atau Spiderman tidak ada,” kata Emil, dinukil dari KompasTV.

Selain mengantuk, Emil juga merasa pegal dan linu selama satu jam. Tidak ada keluhan lain setelah itu.

Baca juga: Suntik Jokowi, Dokter Kepresidenan Akui Sempat Gemetar

“Jadi, itu saya jujur apa adanya karena jarumnya tidak kecil, kalau jarum ngambil darah memang kecil tapi kalau jarum yang vaksin agak besar sedikit,” tandasnya. (may/ono)