Viral Bansos untuk Keluarga Tunanetra Terblokir, Begini Faktanya

4764

Krucil (WartaBromo.com) – Keluarga tunanetra di Desa Sumber Duren, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo viral di media sosial. Kartu keluarga sejahtera (KKS) yang dimilikinya disebut-sebut diblokir. Bagaimana fakta sebenarnya.

Kisah keluarga Sono (53), warga Dusun Manggisan RT 10 RW 03 diunggah ke Facebook oleh akun Sinartik MySuyit. Dibagikan di grup Facebook Info Lantas dan Kriminal Kota/Kab Probolinggo.

Berikut caption unggahan Facebook Sinartik MySuyit :

Tolong pk dewan yng di kabupten maupun di profinsi ini nama pk sono alamat dusun manggisan desa sumberduren kec krucil kab probolinggo kartux di blokir skrng gak dapat beras gak dapat apa rumahx gak layak di huni orangx tuna nitra gak bisa kerja punya anak satu lagi tolong ini di perhatikan.”

Unggahan itu kemudian direspon oleh pemerintah daerah. Wakil Bupati Probolinggo HA. Timbul Prihanjoko pun mengunjungi Sono, berikut Suyit, pengunggah postingan.
Wabup mencoba mengklarifikasi kebenaran terblokirnya KKS, sarana untuk mencairkan bantuan pangan non tunai (BPNT).

Faktanya, dari hasil klarifikasi itu ternyata Sono masih menerima BPNT. Tidak ada pemblokiran KKS yang dimilikinya. Klaim terblokir itu terjadi saat akan mencairkan bantuan isi rekening kosong. Hak yang harusnya diterima Sono, masih belum masuk ke rekeningnya.

“Ternyata setelah dicek oleh TKSK dan sebagainya, ternyata bantuan tersebut masih berlangsung ada dan diterima secara rutin. Selama datanya masih ada maka tetap akan menerima bantuan,” sebut Timbul Prihanjoko.

Wabup Timbul meminta warga tidak mudah membuat postingan di medsos, sebelum melakukan klarifikasi terlebih dahulu.

“Jadikan ini sebagai pelajaran agar jangan sampai terulang lagi di masa-masa yang akan datang. Sebelum memposting, klarifikasi terlebih dahulu kebenarannya,” kata politisi PDIP itu.

Sono mengaku menerima bantuan sosial dari pemerintah sejak 2018. Selama ini, bantuan yang sudah menjadi haknya selalu cair. Hanya saja pada bulan ini ada keterlambatan.

“Biasanya saya mendapatkan beras, minyak goreng, telur, dan ikan laut,” ungkapnya.

Suyit, warga yang mengunggah postingan, mengaku postingan itu berawal saat Sono mau mengambil beras. Namun, saat mengecek rekening ternyata bantuannya belum masuk. Kemudian Sono mengaku jika kartunya diblokir. Oleh karena itu diapun langsung memposting kata-kata yang disampaikan oleh Sono.

“Saya mohon maaf kepada semua atas postingan yang saya lakukan. Ternyata beras yang harus diterima oleh Pak Sono tersebut masih aktif. Saat memposting saya belum klarifikasi ke desa tetapi langsung diposting. Apalagi waktu itu Pak Sono bilang kartunya mau dirusak,” ujarnya. (**/saw/ono)