Lampu Hias Buatan Disabilitas Pasuruan Tembus Pasar Internasional

1295

Pasuruan (wartabromo.com) – Sebuah komunitas kreatif disabilitas asal Pasuruan memproduksi lampu hias yang unik. Bahkan, produknya mampu menembus pasar internasional.

Beginilah aktivitas puluhan orang yang tergabung dalam Komunitas Omah Craft asal Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Meski memiliki keterbatasan, para anggota komunitas semangat mengaplikasikan skillnya untuk membuat barang bermanfaat.

Dari beberapa kerajinan yang dibuat oleh anggota komunitas tersebut. Lampu hias dengan berbagai motif menarik mampu marambah pasar nasional.

“Alhamdulillah saat ini sudah banyak pesanan dari berbagai daerah di Indonesia,” ungkap Mabrur, Ketua Komunitas Omah Craft, Sabtu (22/1/2022).

Adapun wilayah yang menjadi pasar lampu hias buatan komunitas disabilitas tersebut adalah Lombok, Kalimatan, Bali, Palembang, Bogor, Cirebon. Bahkan, pada tahun 2021 lalu, Ia juga sempat mendapat pesanan dari luar negeri yakni, Malaysia hingga Singapura.

Baca Juga :   Bordir Selogudig Wetan, Buatan Kampung Berkualitas Ekspor

“Sempet dulu juga ada pesanan dari Malaysia dan Singapura, tapi kita memang kesusahan di pengirimannya,” tandasnya.

Chosi’in, pembuat lampu hias mengatakan, kumpulan teman-teman disini memang mempunyai semangat yang tinggi dan selalu ingin belajar. Tak pelak, kreatifitas yang ditunjukkannya pun terbilang keren.

“Saya dulu belajarnya dari mas Mabrur itu, susah memang. Tapi, saya punya kemauan bahwa saya bisa,” ucap Chosi’in saat membuat ukiran di lampu hias.

Untuk motif lampu hias yang dibuat juga bermacam-macam. Mulai dari kaligrafi, bentuk binatang, klub sepak bola serta lainnya. Dalam produk yang dibuat komunitas itu memang bisa menyusaikan permintaan pembeli.

Baca Juga :   Berkat Limbah Kayu, Warga Randusari Jadi Pemuda Pelopor Jatim

Dalam sehari, ia mampu mebuat 5-7 lampu hias dengan dibantu 4 teman lainnya. Mulai dari mengamplas hingga finishing.

“Durasi pembuatannya, tergantung kerumitan motifnya,” tandasnya.

Dalam sepekan, tim pembuat lampu hias itu bisa membuat sekitar 70 buah. Harganya pun relatif terjangkau, mulai dari Rp75 ribu – Rp150 ribu perbuah.

Untuk omsetnya sendiri, komunitas disabilitas dari kota maupun kabupaten Pasuruan itu bisa mencapai puluhan juta. Tergantung pesanan yang ia dapatkan setiap bulannya.

“Rp 10 juta lebih untuk omsetnya,” kata Mabrur.

Sementara itu, untuk lampu hias dijual melalui e-commerce, serta jejaring media sosial seperti, Facebook, Instagram hingga Whatsapp.

Baca Juga :   Siswa Difabel Manfaatkan Limbah Menjadi Handicraft

Selain lampu hias, Omah Craft juga membuat kerajinan lainnya. Mulai dari lukisan pasir, jam dinding hias, gantungan kunci, serta produk makanan UMKM dari wilayahnya itu sendiri.

“Intinya, walaupun mereka punya kerterbatasan. Semangat untuk berkarya dan menghasilkan itu tetap ada,” lanjut Mabrur.

Semua anggota yang tergabung di komunitas ini berharap agar semua fasilitas umum di Kota maupun Kabupaten Pasuruan ramah untuk disabilitas.

“Kita pengen pemerintah menyediakan fasum yang ramah disabilitas. Hal itu dilakukan agar semua keinginan sejumlah penyandang ini dapat terwujud, seperti jika ingin mengurus izin usaha serta pelayanan lainnya,” tutupnya. (don/may)