Pekerjaan Pondasi Payung Madinah Dituding Asal-asalan

2418

Pasuruan (WartaBromo.com) – Proses pembangunan Payung Madinah di Alun-alun Kota Pasuruan disorot. Pasalnya, pembuatan pondasi payung diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi.

Dugaan itu mengemuka saat pelaksana melakukan pemasangan strauss sekitar dua minggu lalu. Dijelaskan strauss merupakan beton yang dipasang dengan cara melubangi tanah. “Strauss ini penting karena sebagai penunjang utama pondasi sebuah bangunan. Strauss ini mirip dengan paku bumi pada jembatan,” terang Yunus Ilyas, tokoh masyarakat Kota Pasuruan kepada WartaBromo, Sabtu (27/8/2022).

Rangkaian pondasi terakhir dimaksud disebutnya dipasang dengan cara asal-asalan. Diungkapkan jika strauss untuk Payung Madinah waktu itu dipaksa tetap dipasang, sementara air tanah masih menggenang.

“Lha terus dengan adanya genangan air, mengukur kedalaman strauss itu bagaimana?” lanjutnya dengan nada heran.

Baca Juga :   Hari Ini, Sebanyak 12 Titik Akses Masuk ke Kota Pasuruan Ditutup

Sehingga, kata mantan kepala Pol PP Kota Pasuruan itu, pemasangan strauss dilakukan sudah di luar ketentuan teknis. Strauss Payung Madinah secara spesifikasi dijelaskan dipasang dengan cara ditanam dengan kedalaman 12 meter di bawah beton pondasi.

“Tentunya, ini nanti sangat berpengaruh pada kekuatan pondasi yang ke depan bisa sangat mungkin membahayakan. Bisa tiba-tiba roboh,” tandas Kaji Yunus, sapaannya.

Dituturkan juga, keberadaan genangan air itu bisa sangat mungkin menyulitkan pelaporan teknis pekerjaan. Upaya pendokumentasian visual mulai 0 persen, 50 persen, dan 100 persen ditegaskan tak mungkin bisa dilakukan lantaran adanya genangan air.

“Iso ta laporan visual? Beberapa kali ke lokasi juga tidak ada tenaga ahli. Ingat ya, saya ini jemaah masjid Jamik. Saya nggak ingin Payung Madinah di tengah alun-alun itu nanti membawa korban,” tegasnya.

Baca Juga :   Siasat di Kampus Calon Perawat

Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan tengah gencar melakukan pembangunan fisik, di antaranya Payung Madinah sebanyak enam buah yang dipasang di depan Masjid Agung Al Anwar. Proyek senilai lebih Rp17 miliar itu direncanakan rampung Desember 2022.

Terkait dengan dugaan pemasangan strauss yang asal-asalan itu, WartaBromo mencoba mendapatkan penjelasan dari pihak pelaksana. Hanya saja ikhtiar melalui nomor seluler tidak membuahkan hasil. (ono)