Balita Asal Grati Meninggal karena Gagal Ginjal Akut

3060
M. Ali Subadar Hidayatullah, balita asal Kecamatan Grati yang meninggal akibat gagal ginjal akut. Foto: Romadoni.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Seorang balita asal Desa Kebonrejo, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan meninggal dunia akibat penyakit gagal ginjal akut misterius.

Balita itu adalah Muhammad Ali Subadar Hidayatullah putra dari pasangan suami istri Muhammad Sufian Sauri (30) dan Nur Amala (27). Bayi yang baru berusia 13 bulan itu dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (21/10/2022) sekitar pukul 15.00  setelah mendapat perawatan di RSUD dr Soetomo, Surabaya.

Sufian menceritakan awal saat anaknya demam sekitar dua minggu yang lalu. Setelah itu, anaknya kemudian diberikan sirop hingga demam pada anaknya reda.

Seminggu setelah itu, anaknya kemudian demam lagi dan dibawa ke bidan terdekat. Ia kemudian mendapat obat puyer agar mengurangi rasa demamnya. Selang beberapa hari, demam yang diderita anaknya tak kunjung hingga tak bisa buang air kecil.

Baca Juga :   Ponpes Sidogiri Disemprot Disinfektan

“Kemudian saya bawa ke Puskesmas terdekat hingga mendapat rujukan ke RSUD Grati untuk mendapat perawatan,” kata Sufian saat ditemui di rumahnya, Sabtu (22/10/2022).

Di RSUD Grati, penyakit yang di derita anak kedua Sufian itu tak kunjung reda hingga pihak rumah sakit menyebut jika anaknya diduga terkena penyakit gagal ginjal akut.

“Kata rumah sakit kena penyakit gagal ginjal akut. Tapi karena alat di rumah sakit tersebut kurang memadai, anak saya kemudian di rujuk ke RSUD Soetomo,” ucapnya.

Kurang lebih satu minggu mendapat perawatan di RSUD tersebut. Anak keduanya itu kemudian dinyatakan meninggal dunia dengan gejala penyakit gagal ginjal akut misterius.

“Ternyata anak saya menderita penyakit gagal ginjal akut misterius yang ramai seperti di Jakarta,” ungkapnya.

Baca Juga :   KONI Kabupaten Pasuruan Targetkan Emas untuk Cabor Baru di Porprov VI Jatim

Paman korban, Asyhari, menyebut jika keponakannya itu telah dimakamkan tadi pagi sekitar pukul 08.00. Ia berharap agar pemerintah melalui Kemenkes lebih memperhatikan penyakit misterius ini. Hal itu dilakukan agar tak menyerang beberapa balita yang ada di Pasuruan.

“Tadi pagi sudah dimakamkan, memang katanya divonis gagal ginjal akut,” ujarnya. (don/asd)