Pasuruan (WartaBromo.com) – Intensitas hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Pasuruan belum sepenuhnya surut. Hingga Selasa (3/3/2026) pukul 07.00 WIB, tercatat genangan air masih merendam enam kecamatan, yakni Winongan, Bangil, Gondangwetan, Kraton, Grati, dan Rejoso.
Data terbaru yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan menunjukkan, di Kecamatan Winongan genangan masih terjadi di sejumlah desa. Di Desa Bandaran, Dusun Bandaran Lor terendam setinggi 15 sentimeter dengan 60 kepala keluarga (KK) terdampak, Dusun Mayangbang 20 sentimeter (75 KK), Dusun Karang Tanjung 20 sentimeter (27 KK), Talangkulon 10 sentimeter, serta Karangmakam 20 sentimeter. Sementara beberapa dusun lain dilaporkan telah surut.
Di Desa Winongan Kidul, genangan masih terjadi di Dusun Serambi 10 sentimeter (99 KK), Kebondalem 10–15 sentimeter (51 KK), dan Cokropaten 40 sentimeter (41 KK). Sedangkan di Desa Winongan Lor, Dusun Tok Wiro masih tergenang 30 sentimeter dengan 100 KK terdampak.
Banjir juga masih merendam wilayah Kecamatan Bangil. Di Desa Manaruwi, Dusun Kradenan tercatat terendam 10–20 sentimeter dengan 135 KK terdampak. Sementara di Kelurahan Kalianyar dan Desa Tambakan, air dilaporkan telah surut meski sebelumnya merendam ratusan rumah.
Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Gondangwetan. Di Desa Ranggeh, Dusun Ranggeh Utara dan Ranggeh Barat masih tergenang 20–30 sentimeter. Genangan juga tercatat di Lingkungan Jajartegalan, Kelurahan Gondangwetan, serta Dusun Macan Putih, Desa Pekangkungan.
Di Kecamatan Kraton, genangan masih bertahan di Dusun Batoan, Desa Tambakrejo setinggi 5–10 sentimeter dengan 50 KK terdampak. Sedangkan di Kecamatan Grati, genangan cukup tinggi terjadi di Dusun Kebrukan, Desa Kedawungkulon, mencapai 80–120 sentimeter dengan 258 KK terdampak. Beberapa dusun lain di desa yang sama masih terendam 20–30 sentimeter.
Sementara itu di Kecamatan Rejoso, Desa Toyaning masih terdampak banjir. Dusun Toyaning Lor dan Toyaning Kidul masing-masing terendam 10–20 sentimeter dengan total 150 KK terdampak. Dusun Gerongan bahkan tercatat masih tergenang hingga 40 sentimeter dengan 70 KK terdampak.
Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariadi, mengatakan bahwa tingginya curah hujan menjadi faktor utama lambatnya surut genangan di sejumlah titik.
“Intensitas hujan masih cukup tinggi, terutama pada malam hingga dini hari, sehingga debit air sungai meningkat dan membuat beberapa wilayah belum sepenuhnya surut,” ujar Sugeng.
Ia menambahkan, petugas BPBD bersama relawan dan aparat setempat masih melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan.
“Kami terus melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta kecamatan. Untuk wilayah yang genangannya tinggi seperti di Grati, kami siagakan personel dan perahu evakuasi jika sewaktu-waktu diperlukan,” imbuhnya.
BPBD mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memperparah kondisi banjir, terutama bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah langganan genangan. (don)





















