Kejayan (WartaBromo.com) – Aksi penutupan jalan dilakukan warga Desa Wrati, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, pada Jumat (17/4/2026) pagi. Jalan penghubung dari arah utara dan selatan itu ditutup sekitar pukul 08.00 WIB sebagai bentuk protes terhadap aktivitas truk tambang yang dinilai merusak infrastruktur desa.
Penutupan dilakukan dengan cara swadaya. Warga memasang ranting-ranting pohon melintang di badan jalan hingga membuat akses lumpuh total. Dampaknya, puluhan truk bermuatan pasir tampak berhenti dan mengular di kedua sisi jalan. Momen tersebut juga sempat terekam dalam video yang beredar.
Salah satu sopir truk, Jadid (36), mengaku ikut terdampak akibat penutupan tersebut. Ia yang hendak mengambil muatan pasir terpaksa menunggu hingga jalan kembali dibuka.
“Saya mau ambil pasir, tapi jalannya ditutup warga. Jadi tidak bisa lewat,” ujarnya.
Meski terdampak, Jadid memahami aksi warga yang dipicu keresahan terhadap kondisi jalan desa. Lalu lalang kendaraan tambang disebut telah menyebabkan kerusakan cukup parah, bahkan merembet ke plengsengan saluran air untuk irigasi sawah.
“Tadi sempat mediasi di jalan. Katanya itu jalan rusak dan menyebabkan saluran irigasi di sawah tertutup,” katanya.
Warga menilai kerusakan itu berpotensi mengganggu aktivitas pertanian, karena saluran air menjadi tidak stabil akibat tergerus.
Aksi blokade tersebut akhirnya berujung pada musyawarah antara warga dan pemilik tambang yang digelar di Balai Desa Wrati. Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas solusi atas kerusakan jalan dan dampak yang ditimbulkan dari aktivitas tambang.
Setelah tercapai kesepakatan, akses jalan kembali dibuka sekitar pukul 11.00 WIB. (don)





















