Bangil (WartaBromo.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mencatat kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2025. Berdasarkan data terbaru dalam LKPJ Bupati Pasuruan, angka IPM kini berada di level 73,02 atau meningkat 0,66 poin dibanding tahun 2024 yang tercatat sebesar 72,36.
Meski menunjukkan tren positif, pertumbuhan antar komponen pembentuk IPM masih timpang, terutama pada sektor pendidikan dan kesehatan.
Di sektor pendidikan, peningkatan masih tergolong sangat lambat. Data menunjukkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) masyarakat Kabupaten Pasuruan hanya naik 0,01 poin, dari 7,46 tahun pada 2024 menjadi 7,47 tahun pada 2025.
“Masih di bawah rata-rata nasional, ini menjadi PR kita bersama,” kata Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, usai membacakan capaian RLS dalam sidang paripurna DPRD beberapa waktu lalu.
Angka RLS sebesar 7,47 tahun menunjukkan bahwa rata-rata penduduk usia 25 tahun ke atas di Kabupaten Pasuruan masih menempuh pendidikan hingga kelas 1 atau 2 SMP.
Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa sektor pendidikan masih membutuhkan perhatian serius agar tidak menghambat laju pembangunan daerah dan daya saing sumber daya manusia ke depan.
Sementara itu, sektor kesehatan juga mengalami kenaikan, meski tidak terlalu signifikan. Umur Harapan Hidup (UHH) masyarakat Kabupaten Pasuruan meningkat sebesar 0,2 tahun, dari 74,61 tahun pada 2024 menjadi 74,81 tahun pada 2025.
“Jadi umur harapan hidup masyarakat Kabupaten Pasuruan semakin tinggi,” jelas Rusdi.
Peningkatan ini dinilai mencerminkan membaiknya kualitas layanan kesehatan masyarakat, termasuk keberhasilan program preventif dan promotif yang dijalankan pemerintah daerah.
Di sisi lain, komponen yang paling menopang kenaikan IPM tahun 2025 berasal dari Harapan Lama Sekolah (HLS). Pada tahun 2025, HLS Kabupaten Pasuruan mencapai 12,91 tahun.
Angka tersebut menunjukkan bahwa generasi muda di Kabupaten Pasuruan memiliki peluang menempuh pendidikan hingga tingkat diploma atau awal perguruan tinggi.
Namun, ketimpangan antara tingginya Harapan Lama Sekolah dan rendahnya Rata-rata Lama Sekolah menjadi catatan penting. Sebab, kenaikan RLS yang hanya 0,01 poin dinilai belum cukup untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam jangka pendek.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pasuruan diharapkan segera merumuskan strategi khusus untuk meningkatkan capaian pendidikan, mulai dari optimalisasi program kejar paket, menekan angka putus sekolah, hingga memperluas akses beasiswa bagi masyarakat kurang mampu.
Langkah tersebut dinilai penting agar kemajuan sektor kesehatan dapat berjalan seimbang dengan peningkatan kualitas pendidikan demi terciptanya kesejahteraan masyarakat yang lebih merata. (fir)





















