Lumajang (Wartabromo.com) – Aktivitas penambangan pasir manual di kawasan aliran lahar Gunung Semeru kembali memakan korban. Seorang penambang asal Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, mengalami luka bakar serius setelah tertimbun material pasir panas yang diduga merupakan sisa erupsi Semeru.
Korban diketahui bernama Veri Irawan (33), warga Dusun Kebondeli Utara, Desa Sumberwuluh. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (20/6/2026) dini hari di area penambangan pasir yang berada di bawah kawasan Gladak Perak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 01.00 WIB korban berangkat bekerja menambang pasir secara manual bersama sejumlah rekannya. Namun, sekitar 30 menit kemudian, tumpukan material pasir yang masih menyimpan suhu panas tiba-tiba longsor dan menimpa tubuh korban.
Rekan-rekan korban yang berada di lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan. Selanjutnya, mereka mengevakuasi korban menuju RSUD Pasirian untuk mendapatkan penanganan medis.
Korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Pasirian sekitar pukul 02.00 WIB. Setelah menjalani perawatan awal, tim medis memutuskan merujuk korban ke RSUD dr. Haryoto Lumajang karena kondisi luka yang cukup serius.
Sekitar pukul 05.40 WIB, korban diberangkatkan menggunakan ambulans RSUD Pasirian dan tiba di RSUD dr. Haryoto Lumajang pada pukul 06.20 WIB untuk menjalani perawatan lanjutan.
Akibat kejadian tersebut, Veri Irawan mengalami luka bakar derajat 2 dengan luas luka mencapai sekitar 80 persen pada tubuhnya. Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, korban bersama sejumlah rekannya diduga menambang pasir di area yang masih terdapat material sisa Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru. Material tersebut masih menyimpan panas meski erupsi telah berlalu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lumajang Isnugroho mengatakan, Aktivitas pertambangan manual ini sering dilakukan warga pada malam hari, akitifitas ini yang sangat berbahaya karena jarak pandang terbatas. Selain itu aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini masih fluktuatif dan berpotensi menimbulkan awan panas guguran yang mengarah ke Besuk Kobokan.
“Kami menghimbau para penambang pasir untuk tidak melakukan aktivitas pada malam hari karena risiko kecelakaan sangat tinggi.” pungkasnya. (Rud)




















